Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Badung Tegaskan Layang-Layang Bukan Sekadar Permainan

Oleh Nyoman Sukadana • 05 Juli 2026 • 22:12:00 WITA

Badung Tegaskan Layang-Layang Bukan Sekadar Permainan
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti membuka Festival Layang-Layang tahunan Sekaa Pelayang Badung (SPB) Fest #4 di Pantai Mertasari, Denpasar, Sabtu (4/7/2026). (foto/sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan seni layang-layang Bali bukan sekadar permainan atau kegiatan rekreasi musiman, melainkan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai filosofis, spiritual, sekaligus menjadi kekuatan pariwisata berbasis budaya Pulau Dewata.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pembukaan Festival Layang-Layang tahunan Sekaa Pelayang Badung (SPB) Fest #4 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti di Pantai Mertasari, Denpasar, Sabtu (4/7).

Festival yang mengusung tema "Bayu Cita Loka" tersebut menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penguatan daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal Bali.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi konsistensi Sekaa Pelayang Badung dalam menjaga keberlangsungan tradisi layang-layang melalui penyelenggaraan festival yang telah memasuki tahun keempat.

"Kegiatan ini telah rutin diselenggarakan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sekaa Pelayang Badung yang tetap konsisten melaksanakan lomba layang-layang sebagai bagian dari pelestarian budaya," ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan festival layang-layang tidak semata berorientasi pada kompetisi atau perebutan gelar juara, melainkan menjadi sarana menjaga warisan budaya Bali agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

"Tujuan kita bukan semata-mata menjadi juara, tetapi bagaimana budaya ini terus lestari. Selain memiliki nilai filosofi yang tinggi, layang-layang juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata Kabupaten Badung dan Bali secara umum," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Badung sekaligus Pembina Sekaa Pelayang Badung I Gusti Anom Gumanti menegaskan bahwa layang-layang dalam tradisi Bali memiliki keterkaitan erat dengan nilai spiritual masyarakat Hindu Bali.

Menurutnya, layang-layang bukan hanya benda yang diterbangkan untuk hiburan, tetapi memiliki makna filosofis dan religius yang berkaitan dengan Ida Bhatara Siwa serta Sang Hyang Bayu sebagai simbol kekuatan angin dalam kehidupan masyarakat Bali.

"Layang-layang merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Generasi muda Bali, khususnya di Kabupaten Badung, jangan sampai melupakan peninggalan para leluhur. Budaya, adat, dan seni merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan," ungkapnya.

Legislator asal Kuta tersebut juga mengenang pengalamannya sebagai pelayang semasa muda dan menilai perkembangan seni layang-layang Bali saat ini merupakan hasil perjalanan panjang para pelestari budaya yang telah menjaga tradisi tersebut dari generasi ke generasi.

Sebagai pembina, ia memastikan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan Sekaa Pelayang Badung agar tradisi layang-layang terus berkembang dan diminati generasi muda.

Ketua Sekaa Pelayang Badung sekaligus Ketua Panitia I Gusti Agung Andra mengatakan komunitas yang berdiri pada 2023 tersebut kini menjadi wadah pemuda dari Badung Utara hingga Badung Selatan dalam melestarikan seni layang-layang Bali.

Ia menjelaskan antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan SPB Fest #4 sangat tinggi. Selama dua hari pelaksanaan festival, sebanyak 1.200 layang-layang dijadwalkan mengudara di kawasan Pantai Mertasari.

"Selain menjadi ajang kompetisi, SPB Fest #4 dapat menjadi ruang kolaborasi komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta pemerintah dalam memperkuat identitas budaya Bali sekaligus mendukung sektor pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan," katanya.

(sukadana)



Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.