Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Bupati Badung Minta Desa Sisihkan Anggaran untuk Penghijauan

Oleh Nyoman Sukadana • 19 Juli 2026 • 21:55:00 WITA

Bupati Badung Minta Desa Sisihkan Anggaran untuk Penghijauan
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan arahan dalam Bimtek Pengelolaan Keuangan Desa di Jakarta, Jumat (17/7/2026). (foto/sukadana)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meminta pemerintah desa menyisihkan sebagian anggarannya untuk mendukung program pelestarian lingkungan, terutama penanaman pohon perindang di sepanjang ruas jalan desa.

Arahan tersebut disampaikan Adi Arnawa saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Desa Berbasis Aplikasi bagi aparatur desa se-Kabupaten Badung di Ballroom Hotel Santika, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Menurut Adi Arnawa, anggaran desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik dan pelayanan pemerintahan, tetapi juga perlu diarahkan pada program lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Anggaran desa yang cukup besar, mulai sekarang sisihkan sebagian untuk lingkungan. Mulailah menanam pohon perindang di sepanjang jalan. Ini investasi jangka panjang untuk desa kita,” ujarnya.

Ia meminta perbekel dan perangkat desa mulai merancang program penghijauan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing. Penanaman pohon perindang dinilai dapat memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menciptakan kawasan desa yang lebih teduh dan nyaman.

Adi Arnawa juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Badung siap mendukung desa yang memiliki program inovatif dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui bantuan keuangan khusus atau BKK.

“Saya pasti akan mendukung. Jangan takut mengusulkan program yang baik. Kalau programnya bagus dan bermanfaat, saya tidak tanggung-tanggung membantu melalui BKK,” tegasnya.

Selain mendorong penghijauan, Adi Arnawa mengingatkan aparatur desa agar mengelola anggaran secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kapasitas yang diperoleh melalui bimbingan teknis harus diterapkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Kegiatan tersebut mengangkat tema peningkatan kapasitas aparatur desa dalam tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan, perencanaan pembangunan, pemanfaatan Sistem Keuangan Desa atau Siskeudes, serta pelayanan publik.

“Gunakan bekal ini untuk menjadi aparatur yang dipercaya masyarakat. Jadilah contoh yang baik, karena kepercayaan masyarakat dibangun melalui keteladanan dan pelayanan yang baik,” katanya.

Adi Arnawa juga meminta aparatur desa menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan berbagai program Pemerintah Kabupaten Badung. Keberhasilan pembangunan daerah, menurutnya, sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.

Ia menegaskan pelaksanaan program Sapta Kriya Adi Cipta tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan perbekel dan seluruh perangkat desa.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan aparatur yang benar dan bersih. Program-program yang kami jalankan tidak akan berhasil jika hanya dikerjakan oleh pemerintah kabupaten. Dibutuhkan dukungan penuh dari para perbekel dan perangkat desa,” pungkasnya.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung Komang Budhi Argawa, para camat, perbekel, serta perangkat desa se-Kabupaten Badung.

(sukadana)


Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.