Podiumnews.com / Aktual / Edukasi

Adi Arnawa Ingin Badung Dikenal karena Tingkat Pendidikan

Oleh Nyoman Sukadana • 19 Juli 2026 • 23:07:00 WITA

Adi Arnawa Ingin Badung Dikenal karena Tingkat Pendidikan
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri peringatan HUT ke-83 Desa Baha di Kecamatan Mengwi, Minggu (19/7/2026). (foto/sukadana)

MENGWI, PODIUMNEWS.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa ingin Kabupaten Badung tidak hanya dikenal karena memiliki pendapatan asli daerah yang tinggi, tetapi juga karena tingkat pendidikan masyarakatnya yang unggul.

Adi Arnawa menegaskan keterbatasan ekonomi tidak boleh menghalangi warga Badung melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten Badung telah menyiapkan Program Beasiswa Nak Badung bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.

“Badung tidak hanya terkenal dengan PAD yang tinggi, tetapi Badung akan sangat terkenal dengan tingkat pendidikannya yang hebat,” ujar Adi Arnawa saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-83 Desa Baha di Lapangan Sepak Bola Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Minggu (19/7/2026).

Ia meminta Pemerintah Desa Baha bersama kelian banjar aktif menyosialisasikan program tersebut sekaligus mendata warga yang berhak memperoleh bantuan pendidikan.

“Terakhir ada Program Beasiswa Nak Badung. Tolong diperhatikan Pak Perbekel dan Pak Kelian. Kalau ada warga kita yang memenuhi syarat, jangan sampai ketinggalan,” tegasnya.

Menurut Adi Arnawa, pendataan aktif diperlukan agar program pendidikan yang telah disiapkan pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat kurang mampu.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan membedakan kesempatan memperoleh pendidikan berdasarkan kondisi ekonomi keluarga.

“Saya selaku bupati tidak akan membedakan. Artinya, yang tidak mampu pun bisa kuliah dan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Badung,” katanya.

Adi Arnawa berharap perluasan akses pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Badung. Kemajuan daerah, menurutnya, tidak cukup hanya diukur melalui tingginya pendapatan daerah dan pesatnya pembangunan fisik.

Kualitas pendidikan masyarakat juga menjadi indikator penting dalam mempersiapkan generasi Badung menghadapi persaingan pada masa mendatang.

Selain menyoroti pendidikan, Adi Arnawa mengapresiasi perkembangan pembangunan Desa Baha yang telah memasuki usia 83 tahun. Ia menilai pemerintah desa dan masyarakat mampu menjaga kekompakan sekaligus menggerakkan potensi ekonomi lokal.

“Saya sangat senang karena perayaan HUT ini melibatkan seluruh komponen desa serta pelaku UMKM. Saya mendoakan pada usia sekarang ini Desa Baha selalu bersinar dan terus maju,” ujarnya.

Pemkab Badung juga menyatakan siap mendukung rencana pengembangan lapangan Desa Baha agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga dan aktivitas masyarakat.

“Saya mendapat laporan dari Bapak Perbekel mengenai pengembangan lapangan desa. Nantinya, lapangan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat desa,” katanya.

Perbekel Desa Baha I Wayan Rusih mengatakan peringatan hari jadi desa bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para tokoh pendahulu.

Peringatan HUT ke-83 Desa Baha mengangkat tema “Baha Grama Yasya Santi Raharja Catur Manggala”. Tema tersebut mengandung semangat mewujudkan masyarakat yang damai, harmonis, makmur, dan sejahtera.

Rusih menjelaskan Catur Manggala menggambarkan empat unsur utama dalam kehidupan pemerintahan desa, yakni perbekel, bendesa adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat.

“Empat komponen tersebut harus menyatu, selaras, serta seia sekata dalam pemikiran dan tindakan,” jelasnya.

Puncak peringatan ditandai dengan pemotongan tumpeng. Kegiatan diawali senam Garba Sari, Adi Cipta, dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama pengurus PKK Desa Baha.

Acara tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, I Made Yudana, I Made Rai Wirata, dan I Made Suparta, kepala organisasi perangkat daerah, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, unsur tripika, perangkat desa, bendesa adat, kelian dinas dan adat, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat.

(sukadana)


Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.