Mayat Purnayasa Ditemukan Dalam Mobil di Depan Hotel di Kuta
BADUNG, PODIUMNEWS.com – Ketut Purnayasa (60) ditemukan meninggal di dalam mobil yang ditumpanginya di lokasi parkiran Hotel Bintang Bali Resort Jalan Kartika Plaza Kuta, Kecamatan Kuta, Badung, Bali, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Lansia asal Banjar Pejengaji, Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, itu rencananya akan menjemput tamu di hotel tersebut.
Korban datang ke hotel tersebut bersama dengan anaknya, I Wayan Juliasa (39) yang bekerja sebagai guide. Saksi Juliasa dan korban berangkat dari rumahnya di Tegalalang, Gianyar, Senin (27/7/2026) sekira pukul 05.45 Wita, dengan tujuan Hotel Ramada Bintang Bali.
"Mereka datang ke hotel untuk menjemput tamu yang akan melaksanakan kegiatan tour," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya SH, Senin (27/7/2026).
Setiba di hotel, saksi menuju lobby dan korban tetap berada di dalam mobil yang terparkir di area hotel. Berselang kurang lebih 30 menit, saksi menghubungi korban melalui telepon, namun tidak direspon.
Selanjutnya, saksi menuju areal parkir dan menggedor pintu mobil, namun korban tidak juga merespon. Saksi lantas membuka pintu mobil dan berusaha membangunkan korban yang dikira sedang tidur. Namun, sang ayah juga bergeming dari tempat duduknya. "Saat ditemukan, posisi korban sedang duduk bersandar di jok pengemudi. Mulutnya mengeluarkan air liur," ungkap Iptu Gede Adhi.
Menyadari kondisi itu, saksi Juliasa berteriak meminta pertolongan kepada petugas keamanan (security) hotel. Setelah mengetahui kondisi korban, pihak hotel lalu menghubungi petugas kesehatan dari Rumah Sakit Murni Teguh, Kuta.
Tim medis dari Rumah Sakit Murni Teguh dipimpin oleh dr. Soka Tri Utami tiba di Hotel Ramada Bintang Bali sekitar pukul 08.30 Wita. Petugas medis lalu memeriksa kondisi korban. Dari hasil pemeriksaan awal diketahui wajah korban tampak membiru, nadi tidak teraba, dan korban tidak menunjukkan adanya pernapasan.
Melihat kondisi seperti itu, korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Murni Teguh menggunakan mobil ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Setiba di rumah sakit sekira pukul 08.40 Wita, petugas melakukan tindakan cek rekam jantung EKG, dan hasilnya iramanya flat (Asistole), dan korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Iptu Gede Adhi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, ayahnya memang memiliki riwayat sakit asma dan sakit jantung, sehingga kuat dugaan korban meninggal akibat sakit. "Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik benda tajam maupun tumpul," ujar Iptu Gede Adhi.
(hes/kturnip)