Pamit Mancing, Pria Ini Ditemukan Tewas di Tukad Mati
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Pamitan pergi memancing, pria berinisial FF (38) asal Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas di Tukad Mati, di Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, Senin (17/8/2026) dini hari. Korban ditemukan mengapung di sungai sekitar 10 meter dari lokasi alat pancing ditemukan.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Ekky Nurwenda Putra, mengatakan, berdasarkan keterangan istri korban berinisial YL, korban pamit pergi memancing sekitar pukul 15.00 Wita. Tapi hingga sore ditunggu, korban tidak kunjung pulang. Sehingga sekitar pukul 17.00 Wita, istri korban mencoba menghubungi korban melalui WhatsApp, namun tidak aktif.
"Hingga sore hari belum pulang dan saat dihubungi tidak mendapat jawaban, keluarga kemudian melakukan pencarian hingga melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian," ujarnya, Senin (17/8/2026).
Selanjutnya, pihak keluarga melakukan pencarian. Tak lama, sekitar pukul 19.00 Wita, sepeda motor korban ditemukan terparkir di pinggir jalan dekat wihara. Setelah menemukan sepeda motor korban, pihak keluarga kemudian mengecek CCTV dari kos-kosan sekitar lokasi dan ditemukan korban berjalan menuju arah sungai.
Iptu Ekky mengatakan, aparat Polsek Denpasar Barat bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar langsung mendatangi lokasi dan menelusuri sekitar sungai. "Polisi menemukan alat pancing korban. Setelah itu, petugas terus melakukan pencarian hingga sekitar pukul 02.40 Wita korban ditemukan mengapung di sungai," katanya.
Dijelaskannya, polisi menemukan korban setelah kaki korban terlihat mengapung di atas aliran sungai. Penemuan tersebut kurang lebih 10 meter dari lokasi awal alat pancing ditemukan.
Selain jasad korban, petugas juga menemukan tas selempang milik korban yang berisi satu unit handphone, charger, kartu ATM BCA dan uang tunai Rp2.500. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menuju kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar.
"Dugaan sementara korban meninggal akibat tenggelam saat memancing di sekitar sungai. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi," tandasnya.
(hes/kturnip)