Podiumnews.com / Aktual / News

Pria Paruh Baya Ulah Pati di Rumahnya di Denpasar

Oleh Kander Turnip • 20 Agustus 2026 • 21:12:00 WITA

Pria Paruh Baya Ulah Pati di Rumahnya di Denpasar
Petugas mengevakuasi mayat WS, yang tewas diduga gantung diri di lantai dua rumahnya di Kelurahan Paguyangan, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Rabu (19/8/2026). (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Perbuatan ini jangan ditiru. Seorang pria paruh baya berinisial WS (55) ditemukan meninggal dunia di lantai dua rumahnya di Kelurahan Paguyangan, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Rabu (19/8/2026) siang. 

Korban WS ditemukan dalam kondisi meninggal dengan leher terjerat tali warna biru. Kematian korban yang melakukan ulah pati ini diduga akibat depresi mengidap penyakit kanker. 

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra, dari keterangan saksi-saksi, bermula ketika istri bersama anggota keluarga lainnya merasa curgia dengan korban yang tidak kelihatan sejak pagi. 

"Istri dan keluarga korban bergegas mencari di sekitar rumah. Saat mereka mencari ke lantai dua, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di tandon air," ungkap Iptu Gede Adhi, Kamis (20/8/2026). 

Penemuan itu dilaporkan ke Polsek Denpasar Utara yang kemudian datang bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar ke lokasi kejadian. Setiba di lokasi, petugas mengamankan area sekitar, mengumpulkan keterangan, dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Korban ditemukan dengan kondisi leher terjerat tali plastik warna biru yang diikatkan pada tandon air," ungkap Iptu Gede Adhi. 

Dari hasil identifikasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya terdapat bekas leher pada leher, serta lidah menjulur dengan tergigit. Selain itu, di lokasi juga diamankan barang bukti berupa satu utas tali warna biru dan sebilah pisau cutter warna merah. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. 

"Hasil identifikasi sementara, korban meninggal diduga akibat gantung diri. Aksi tersebut diduga akibat korban mengidap kanker yang dialami selama tiga tahun," ujarnya.

(hes/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip