Kapolresta Denpasar Serahkan Sembako ke Korban Kebakaran di Nakula
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. dan jajaran menyerahkan bantuan sembako (bahan pokok) ke ratusan warga terdampak kebakaran di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, Rabu (2/9/2026) pagi. Pemberian sembako ini sebagai bentuk rasa empati dan kepedulian Polri terhadap warga yang kehilangan rumah dan harta benda terkait peristiwa kebakaran tersebut.
Kehadiran Kapolresta dan jajaran kepolisian di tengah tengah masyarakat tidak hanya sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada warga yang tengah menghadapi musibah. Tapi juga untuk memastikan situasi keamanan di lokasi tetap terjaga selama proses penanganan pascakebakaran berlangsung.
“Kami hadir untuk memberikan sedikit bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran. Mohon disampaikan kepada warga agar tetap menjaga keamanan pascakejadian dan jangan sampai ada keributan,” ujar Kombes Leonardo kepada perwakilan korban.
Perwira melati tiga di pundak ini juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi pascakebakaran membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik. “Selama proses penanganan yang sedang berlangsung, agar tetap menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” pintanya.
Bantuan sembako ini diserahkan langsung ke Posko Bantuan, dan diterima oleh perwakilan warga bernama Sukambang, Asmuni dan Misbah. Adapun bantuan sembako yang diberikan berupa beras, minyak goreng serta mie instan. Diharapkan, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga untuk sementara waktu.
Salah seorang perwakilan warga, Sukambang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan Polresta Denpasar. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan. Kami akan tetap menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Diketahui, lokasi yang terdampak kebakaran tersebut dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK). Musibah yang terjadi, Senin (31/8/2026) ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tapi juga berdampak terhadap kehidupan warga yang kini membutuhkan dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak.
(hes/kturnip)