Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Akhirnya.., Whatsapp Hadirkan Fitur Penghapus Pesan

Oleh Podiumnews • 01 November 2017 • 06:06:30 WITA

Akhirnya.., Whatsapp Hadirkan Fitur Penghapus Pesan
Ilustrasi salah kirim pesan

JAKARTA,podiumnews.com-Pekan ini WhatsApp menelurkan fitur baru di aplikasi mereka: kemampuan menghapus pesan agar tak sampai di layar ponsel penerima pesan. Di laman resmi aplikasi milik Facebook itu, WhatsApp mengatakan bahwa fitur baru tersebut berguna untuk mengatasi permasalahan ketika sang pengirim pesan “mengirim ke tujuan yang salah atau terdapat kata-kata keliru.” 

Dengan 55 miliar pesan yang dikirim tiap hari atau lebih dari 20 triliun pesan yang dikirim tiap tahunnya sangat mungkin kesalahan-kesalahan demikian terjadi melalui aplikasi WhatsApp.

Fitur menghapus pesan pada WhatsApp efektif jika kita memakai aplikasi Whatsapp versi terbaru. Jika antara pengirim atau penerima belum memperbarui versi terbaru, pesan tidak bisa dihapus permanen di kedua sisi. Ada pula catatan lain: pesan yang hendak dihapus harus merupakan pesan yang tidak melebihi waktu 7 menit selepas pesan dikirim. Jika usia pesan lebih dari 7 menit, pesan tak bisa dihapus.

Fitur menghapus pesan di dua sisi sesungguhnya telah diujicobakan oleh WhatsApp sejak Februari lalu. Akun Twitter @WABetaInfo membocorkan perihal ujicoba WhatsApp atas fitur tersebut. Kala itu, WhatsApp versi 2.17.1.869 yang terpasang di iOS tertangkap basah memiliki fitur menghapus pesan di dua sisi.

Aplikasi Fana
WhatsApp sesungguhnya bukanlah yang pertama menyematkan fitur penghapus pesan di dunia sisi. Esensi fitur tersebut telah lebih dahulu dipopulerkan oleh Snapchat. Jika Facebook maupun Twitter merupakan aplikasi yang menggunakan pendekatan perpetual atau abadi, Snapchat merupakan aplikasi dengan pendekatan ephemeral atau fana.

Facebook dan Twitter adalah aplikasi yang menyimpan apapun yang diunggah penggunanya, sedangkan Snapchat sebaliknya. Aplikasi yang dibuat oleh Evan Spiegel dan Boby Murphy pada 2011 ini merupakan aplikasi media sosial yang mempopulerkan fitur self-destruction atas unggahan-unggahan yang dibuat penggunanya. Foto yang Anda unggah, sekian jam kemudian musnah.

Meski kemampuan self-destruction dan menghapus pesan seperti dua hal yang berada, esensinya sebenarnya sama. Keduanya memungkinkan pengguna melenyapkan apa yang telah ia unggah ke dunia maya.

“Salah satu alasan mengapa fitur seperti ini populer ialah orang-orang sedang mengingatkan kembali betapa konteks (waktu) sangat penting,” ucap Lee Rainie, direktur Pew Research Center pada MIT technology Review. “Anda sebelumnya hanya memiliki sedikit pilihan yang memungkinkan unggahan yang dibagikan menghilang selamanya."

Lebih lanjut,Nico Sell, cofounder Wickr, sebuah aplikasi yang mirip dengan Snapchat, meyakini bahwa aplikasi bersifat fana adalah masa depan dunia digital. "Setiap aplikasi pesan instan, media sosial, atau aplikasi komunikasi apa pun akan memiliki kemampuan ephemeral.”

Ungkapan Sell terbukti benar. Hampir segala aplikasi komunikasi, baik aplikasi pesan instan maupun aplikasi media sosial, kini memiliki fitur yang dipopulerkan oleh Snapchat. Facebook, Instagram, dan WhatsApp memiliki fitur “Stories,” fitur yang memiliki kemampuan menghilang otomatis dalam waktu tertentu.

WhatsApp, WeChat, BBM, dan Telegram juga memiliki kemampuan menghapus atau menarik pesan yang telah dikirim. Line, dalam catatan, pun pernah memiliki kemampuan serupa pada 2014, sebelum ditiadakan tahun lalu 2016 dan digantikan kemampuan enkripsi. (KP-TIM)