Gubernur Bali Serahkan Bansos Pendidikan Siswa Yatim Piatu dan Kurang Mampu
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan bantuan sosial pendidikan kepada siswa-siswi di Kota Denpasar dalam keadaan kurang mampu dan anak yatim piatu, di Jayasabha, Denpasar, Bali, Senin (12/10/2026).
Bantuan tersebut diberikan secara langsung oleh Gubernur Koster kepada siswa-siswi, yakni I Putu Agus Arta Wiguna, siswa Kelas XI SMKN 1 Denpasar senilai Rp18 juta; I Komang Sukranata, siswa kejar Paket C di SMPN 13 Denpasar senilai Rp18 juta; Ni Luh Putu Sugiani, siswi Kelas 1 SMPN 13 Denpasar senilai Rp12 juta; dan I Nyoman Karisnendra Putra, siswa kelas 2 SMKN 7 Denpasar senilai Rp18 juta.
Masing-masing bantuan pendidikan yang diterima, secara resmi diberikan langsung melalui transfer ke rekening Bank BPD Bali.
Selain memberikan bantuan pendidikan, Gubernur Koster juga memberikan bantuan bedah rumah kepada orang tua siswi Ni Luh Putu Sugiani, yaitu Wayan Subamia. Hadir langsung di Jayasabha, Gubernur Koster yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, dan Kepala SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, memastikan rumah tidak layak huni yang ditempati Wayan Subamia bersama anaknya, sudah pasti mendapat bantuan bedah rumah.
Gubernur Koster juga memberikan bantuan pendidikan kepada Ni Putu Saraswati Maharani Devidasi, yang sedang memohon perpanjangan masa studi di University of British Columbia, Kanada. Dalam kesempatan tersebut, kehadiran Ni Putu Saraswati Maharani Devidasi di Jayasabha diwakilkan oleh orang tuanya, I Nyoman Trya Palguna.
Gubernur Koster berpesan agar tabungan yang diberikannya digunakan untuk kepentingan Sekolah. “Tabungan ini jangan dikasih ke orang lain. Ini Bapak berikan untuk satu semester. Ingat belajar yang rajin,” pesan Gubernur Koster yang disambut ucapan terima kasih oleh para siswa, orang tua siswa, hingga guru yang hadir.
I Putu Agus Arta Wiguna, siswa Kelas XI SMK 1 Denpasar memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Koster, atas kepeduliannya dalam memperhatikan anak-anak kurang mampu.
“Sebelumnya, saya hanya dibekali tabungan oleh almarhum nenek untuk kehidupan sehari-hari, karena orang tua Saya keduanya sudah meninggal dunia. Tabungan almarhum nenek, setiap harinya saya gunakan untuk membeli makanan, satu hari habis Rp20 ribu. Jadi, dengan adanya bantuan dari Bapak Gubernur Bali, saya sangat berterimakasih,” ujarnya sembari menceritakan ke Bapak Gubernur Bali, usai menempuh pendidikan di SMK, akan langsung mencari pekerjaan.
(sukadana/kturnip)