Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Bupati Tabanan Tegaskan Nilai dalam Karya Ngenteg Linggih Pura Mundak Sari

Oleh Kander Turnip • 12 Oktober 2026 • 22:21:00 WITA

Bupati Tabanan Tegaskan Nilai dalam Karya Ngenteg Linggih Pura Mundak Sari
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa, Mupuk Pedagingan lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Mundak Sari, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Bali, Senin (12/10/2026). (foto/prokopimtabanan)

TABANAN, PODIUMNEWS.com – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., mengapresiasi semangat gotong royong dan ngayah 263 KK krama Banjar Adat Kerti Wimbha Bongan Kauh dalam menyukseskan Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa, Mupuk Pedagingan lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Mundak Sari, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Bali, Senin (12/10/2026). 

Upacara nyalarin yang berlangsung hari ini turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali, Kelompok Ahli Pemerintah Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Tabanan, jajaran perangkat daerah terkait, Camat Tabanan, Plt. Perbekel Bongan, Jero Bendesa Adat Bongan Puseh, serta para pemangku dan krama adat setempat.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri persembahyangan bersama dan penandatanganan prasasti, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya Bali. 

“Kemuliaan sebuah karya suci tidak hanya tercermin dari kemegahan upacaranya, tetapi juga dari perubahan perilaku umatnya menuju kehidupan yang lebih baik,” tegas Bupati Sanjaya. 

Ia mengajak krama memaknai karya keagamaan bukan sekadar pelaksanaan ritual, melainkan momentum memperkuat sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mempererat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan berdasarkan prinsip Tri Hita Karana.

Menurutnya, pelaksanaan karya juga menjadi wujud nyata kebersamaan dan ketulusan krama dalam menjaga warisan leluhur. Penandatanganan prasasti diharapkan menjadi penanda sejarah sekaligus simbol bhakti dan kebersamaan yang dapat diwariskan kepada generasi penerus. 

Bupati Sanjaya pun mengajak seluruh krama untuk senantiasa menjaga kesucian, kebersihan, dan kelestarian Pura Mundak Sari sebagai tempat persembahyangan sekaligus pusat pelestarian adat dan budaya Bali.

Karya yang puncaknya berlangsung, Minggu (11/10/2026) tersebut dipuput oleh Ida Peranda Buda saking Griya Jadi dan Ida Peranda Siwa saking Griya Kesiut Kawan. Pemerintah Kabupaten Tabanan turut mendukung pelaksanaannya melalui dana hibah dan sebelumnya pada tahun 2024 juga sudah dialokasikan untuk pembangunan Gedong Simpen Pura Mundak Sari.

Bupati Sanjaya berharap semangat menyama braya, gotong royong, dan ngayah terus dipertahankan sebagai kekuatan dalam menjaga kehidupan adat dan keagamaan di Tabanan. 

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM), dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. 

(sukadana/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip