Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

27 Petani Jembrana Gagal Panen Terima Rp206 Juta

Oleh Menot Sukadana • 07 November 2026 • 18:48:00 WITA

27 Petani Jembrana Gagal Panen Terima Rp206 Juta
Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan kepada petani Jembrana yang terdampak kekeringan. (foto/sukadana)

JEMBRANA, PODIUMNEWS.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana yang mengalami gagal panen akibat kekeringan menerima bantuan penguatan ekonomi senilai Rp206 juta dari Pemerintah Provinsi Bali. Bantuan tahap pertama tersebut diserahkan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Para petani penerima bantuan berasal dari tiga desa, yakni Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru. Mereka mengalami kerugian setelah lahan pertaniannya terdampak kekeringan selama musim kemarau. Besaran bantuan yang diterima masing-masing petani berbeda, disesuaikan dengan luas lahan yang mengalami gagal panen.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengatakan penyaluran tersebut baru mencakup bantuan tahap pertama. Pemerintah Kabupaten Jembrana telah mengusulkan bantuan lanjutan bagi petani terdampak lainnya.

"Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama," ujarnya.

Berdasarkan laporan BPBD Jembrana, bantuan tahap berikutnya diusulkan sebesar Rp430,78 juta untuk 58 petani terdampak. Usulan tersebut masih dalam proses verifikasi dan belum merupakan bantuan yang telah disalurkan.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan pemerintah berupaya membantu masyarakat yang mengalami kerugian akibat bencana. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah provinsi dalam penanganan dampak bencana.

"Ini adalah wujud implementasi program Bapak Gubernur Bali, salah satunya dalam penanganan bencana," ujarnya.

Giri Prasta menyerahkan bantuan tersebut didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan jajaran BPBD Provinsi Bali. Pemerintah provinsi menyalurkan bantuan melalui mekanisme penanganan dampak bencana.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan terhadap petani yang belum menerima bantuan. Proses tersebut melibatkan dinas pertanian, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.

"Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini," katanya.

Kembang Hartawan mengatakan pendataan dan verifikasi dilakukan agar petani yang belum menerima bantuan pada tahap pertama dapat diusulkan sebagai penerima bantuan berikutnya.

Selain bantuan kepada petani, Pemprov Bali pada hari yang sama menyalurkan Rp98 juta kepada tiga warga Jembrana yang rumahnya rusak akibat kebakaran. Bantuan tersebut diberikan kepada I Ketut Sumerta sebesar Rp23 juta, I Kadek Dwi Loka Wijaya sebesar Rp50 juta, dan Ahmad Kurniawan sebesar Rp25 juta.

Dengan demikian, total bantuan sosial yang disalurkan Pemprov Bali di Jembrana pada 5 November mencapai Rp304 juta untuk 30 penerima.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Bali, penyaluran tersebut merupakan yang kesepuluh sepanjang 2026. Sebelumnya, sembilan kali penyaluran bantuan telah dilakukan dengan nilai Rp507,5 juta. Total bantuan sosial kebencanaan yang disalurkan di Jembrana hingga November 2026 mencapai Rp811,5 juta. (sukadana)

Menot Sukadana
Editor

Menot Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.