Podiumnews.com / Khas /

Staf dan Ofisial Bali United Marah, Mitra Kukar Kecam Komdis PSSI

Oleh Podiumnews • 08 November 2017 • 07:15:13 WITA

Staf dan Ofisial Bali United Marah, Mitra Kukar Kecam Komdis PSSI
ILUSTRASI

DENPASAR,podiumnews.com-Keputusan PSSI yang dianggap telat, membuat kubu Bali United merasa sangat kecewa. Seperti dilansir dari BolaSport.com,  staf pelatih, ofisial dan beberapa pemain, usai latihan Rabu (8/10/2017) pagi di Lapangan Trisakti Legian mengaku marah, resah dan menuding ada konspirasi besar dibalik keputusan tersebut.

"Sudah pasti kami kecewa sekali dengan keputusan PSSI ini. Ada apaan ini?. Kok baru sekarang. Padahal pertandingannya sudah lewat jauh hari. Lah. Masalah Persib saja belum ada keputusannya disangksi atau tidak. Ini malah lebih dahulu soal laga Mitra Kukar dengan Bhayangkara itu." ungkap I Made Pasek Wijaya, asisten pelatih Bali United.

"Apa ada konspirasi dibalik itu?," tanya Eko Purdjianto, asisten pelatih Bali United yang lain.

Mitra Kukar disanksi komdis PSSI karena memainkan pemain mereka yang terkena akumulasi kartu merah, Mohamed Sissoko pada laga melawan Bhayangkara FC, Jumat (3/11/2017) lalu.

Berdasarkan surat PSSI no 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 5 November 2017, komdis PSSI memutuskan pertandingan ini berakhir untuk kemenangan Bhayangkara FC dengan skor 3-0 atas Mitra Kukar.

Surat yang ditanda-tangani Ketua Komdis PSSI, Asep Edwi Firdaus ini juga memutuskan Mitra Kukar dikenakan sanksi denda sebesar 100 juta Rupiah karena melanggar Pasal 55 Kode Disiplin PSSI.

Sementara itu kubu Mitra Kukar juga merespon keputusan tersebut dengan kekecewaan. Dilansir dari bola,com, Direktur Operasional Mitra Kukar, Suwanto menilai hukuman dari Komdis PSSI terkesan aneh dan salah kaprah.

'Kami jelas kecewa karena mendapat hukuman yang seharusnya tidak didapat. Apalagi, kami tidak diminta keterangan dalam sidang namun langsung ada putusan. Seakan hukuman Komdis PSSI lebih berat dari Tuhan,' ungkap Suwanto, Rabu (8/11/2017).

Suwanto menjelaskan hingga pertandingan digelar manajemen tidak menerima salinan sanksi Sissoko. Keputusan tetap memainkan Sissoko melawan Bhayangkara FC juga berdasarkan surat keterangan bermain dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) sehari sebelum pertandingan.

Dalam surat nomor 212/NLB-LIGA1/XI/2017 disebutkan hanya bek Herwin Tri Saputra dan kapten Bhayangkara FC, Indra Kahfi Ardhiyasa yang menjalani hukuman larangan bertanding.

'Nah, dari surat itu kan sudah jelas kalau Sissoko boleh main. Ini seperti tidak ada komunikasi yang baik antara PSSI dan PT LIB. Kami sebagai klub kan anaknya PT LIB, seharusnya Komdis PSSI memberitahu operator jika Sissoko tidak bisa main. Namun kenyataan hingga sebelum pertandingan tidak ada catatan apapun soal itu,' ujar dia. (KP-TIM)