Seorang Napi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Lapas Kerobokan
BADUNG, PODIUMNEWS.com - Lapas Kerobokan, Senin (3/2), digemparkan aksi bunuh diri yang dilakukan seorang napi tahanan Kejaksaan Negeri Denpasar, Dewa Putu Putra Adnyana. Napi yang terlibat kasus narkoba itu tewas setelah menjerat lehernya dengan seutas tali di dalam kamar mandi tahanan Blok Ubud.
Peristiwa itu terungkap sekitar pukul 12.00 Wita, setelah petugas sipir Natakusuma melaksanakan apel siang di Blok Ubud nomor 5. Dalam penghitungan petugas, napi di Blok Ubud tersebut kurang satu, yakni Dewa Putu Putra Adnyana.
Maka dilakukanlah pencaharian, dimana dari keterangan rekan-rekannya korban terlihat masih berada di kamar mandi.
"Dari keterangan awal dari napi yang berada di depan kamar mandi karena korban baru 10 menit masuk kamar mandi sebelum apel," ungkap sumber.
Petugas kemudian mengetok pintu kamar mandi, tapi tidak ada sahutan dari dalam. Petugas lalu menyuruh saksi Hendy untuk membuka paksa.
"Para saksi kemudian membuka paksa kamar mandi dan menemukan korban dalam keadaan tergantung di teralis kamar mandi," ujar sumber dilapangan.
Selain itu, para saksi kemudian bergegas melakukan penyelamatan dan menurunkan korban dengan cara memotong tali menggunakan silet. Selanjutnya, jenazah korban dibawa keluar dari kamar mandi menuju teras kamar.
Petugas Lapas Kerobokan kemudian menghubungi pihak kepolisian Polsek Kuta Utara untuk dilakukan penyelidikan. Petugas Forensik Polres Badung juga datang ke lokasi dan selanjutnya sekitar pukul 02.45 wita membawa jenazah ke RSUP Sanglah Denpasar.
Saat ini, belum ditemukan adanya tindak kekerasan di tubuh korban. Napi kasus narkoba itu diduga stress dan nekat gantung diri dengan tali di dalam kamar mandi tahanan.
"Dugaan awal meninggal karena gantung diri. Dari pemeriksaan, ada keluar cairan mani dari kemaluan dan kotoran dari anus," kata sumber.
Sementara itu Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi membenarkan adanya gantung diri di Lapas Kerobokan.
"Ya benar tadi siang kejadiannya. Itu napi narkoba. Gantung diri dan tidak ditemukan tindak kekerasan," tegasnya. (SIL/PDN)