Podiumnews.com / Aktual / News

Putera Bali, Made Bandem Terima Anugerah Bintang Jasa dari Kaisar Jepang

Oleh Podiumnews • 05 Februari 2020 • 14:46:46 WITA

Putera Bali, Made Bandem Terima Anugerah Bintang Jasa dari Kaisar Jepang
Syukuran Anugerah Bintang Jasa dari Kaisar Jepang untuk Prof. Dr. I made Bandem, MA, Mangsi Tropical at Cassa Bunga, Renon, Denpasar, Rabu (5/2). (Foto: podiumnews.com)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Seniman sekaligus akademisi dan tokoh diplomasi kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. I made Bandem, MA menerima Bintang Jasa Kaisar Jepang (The Order Of the Rising Sun, Gold Rays With Neck Ribbon).

Penghargaan tertanggal 03 November 2019 itu diserahkan langsung oleh Konsul Jenderal (Konjen) Jepang, Hirohisa Chiba di Denpasar tanggal 31 Januari 2020 lalu.

Lencana tersebut menampilkan pancaran sinar matahari dari matahari terbit, sejalan dengan konsep "matahari terbit" Jepang (Tanah Matahari Terbit). 

Anugerah matahari terbit secara umum adalah anugerah tertinggi yang diberikan kepada orang biasa/sipil, Gold Rays With Neck Ribbon (Cordon, Middle Grade). 

Penghargaan seperti ini hanya diberikan kepada orang pembuat jasa menonjol dalam bidang hubungan internasional, promosi budaya Jepang, kemajuan dalam bidang mereka, pengembangan dalam kesejahteraan atau penyajian lingkungan hidup.

"Bersyukur dan berterimakasih atas anugerah Kaisar Jepang kepada saya. Penghargaan ini merupakan long live achievement bagi saya," ungkap Prof. Bandem dalam sambutannya saat acara Syukuran atas Penghargaan itu di Renon, Denpasar, Rabu (5/2).

"Mungkin penghargaan ini merupakan bagian terhadap apa yang telah saya lakukan kepada jepang yang berkaitan dengan kebudayaan, pendidikan dan akademis," imbuhnya.

Pria kelahiran Desa Singapadu, Gianyar, 22 Juni 1945 itu sejak muda telah aktif dalam aktivitas diplomasi kebudayaan Indonesia dengan Jepang. Tak hanya itu, ia juga menyatakan kecintaannya terhadap negeri sakura itu sejak pertama kali berkunjung.

"Saya sudah tertarik dengan Jepang sejak tahun 1965. Saat itu saya pertama kali datang ke Jepang. Waktu itu dikirim untuk program diplomasi kebudayaan yang dicetuskan Presiden Soekarno," bebernya.

Disisi lain, ia mengungkap hubungan baik antara indonesia dengan pemerintah Jepang yang sudah terjalin sejak lama melalui hubungan  diplomasi-diplomasi kebudayaan dapat terus terjaga.

"Diplomasi kebudayaan menjadi juga penting dalam menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah Jepang, selain diplomasi ekonomi, politik dan yang lainnya," 

Selain itu, ia berharap dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai kebudayaan Jepang yang baik dapat juga dijadikan contoh positif.

"Diplomasi budaya kita juga memberikan identitas. Kita memiliki nilai-nilai kebaikan dari prinsip hidup dan kebudayaan Jepang juga begitu. Jadi bisa juga kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Dilain sisi, Konsul Jenderal (Konjen) Jepang, Hirohisa Chiba di Denpasar menilai penghargaan ini tidak lepas dari dedikasi dan peran Made Bandem sebagai diplomat kebudayaan Jepang di Indonesia.

"Sama-sama bersyukur atas penganugerahan Sri Baginda Kaisar Jepang kepada Prof. yang telah berjasa kepada pemerintah Jepang. Beberapa waktu lalu saya berkenalan dengan prof. Saya sangat senang mengenal beliau, saya sangat senang beliau banyak berbuat untuk Jepang.

Beliau sejak muda sudah aktif membuat kegiatan dalam mempererat hubungan budaya Indonesia dengan Jepang," beber Konjen.

Berkaitan dengan urusan pendidikan, Hirohisa Chiba menyebut Bandem sangat baik dalam menerima mahasiswa Jepang yang sedang belajar budaya di Indonesia.

"Beliau sayang dan tulus hati menerima mahasiswa Jepang yang ingin belajar budaya Indonesia dan Bali. Untuk itu saya tidak ragu menginfokan ini kepada pemerintah Jepang tentang beliau. Dan bersyukur Kaisar Jepang memberikan bintang jasa itu," paparnya Hirohisa.

"Sekali lagi selamat kepa prof. mudah-mudahan hubungan baik ini akan semangkin berkembang. Dan hubungan persahabatan Indonesia, Bali dan Jepang semakin berkembang," harapnya. (RIS/PDN)

Podiumnews
Journalist

Podiumnews