Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Cok Ace Harap Pertemuan OJK Bantu Dongkrak Pariwisata Bali

Oleh Podiumnews • 08 Februari 2020 • 09:59:37 WITA

Cok Ace Harap Pertemuan OJK Bantu Dongkrak Pariwisata Bali
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat membuka acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Regional 8, Bali dan Nusa Tenggara di Pecatu Hall ITDC, Nusa Dua, Jumat (7/2) sore. (Foto: Istimewa)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Di tengah merebaknya isu Virus Corona, Wagub Cok Ace mengapresiasi Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Regional 8 di Bali.

Cok Ace menilai, kegiatan itu akan membantu membuka perspektif publik tentang Bali yang aman dikunjungi. Sehingga dapat membantu mendongkrak kembali kunjungan wisatawan ke Bali.

"Dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan tahunan OJK di tengah menurunnya kunjungan wisatawan China ke Bali karena virus Corona, diharapkan akan mendongkrak pariwisata Bali," ungkap Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat membuka acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Regional 8, Bali dan Nusa Tenggara di Pecatu Hall ITDC, Nusa Dua , Jumat (7/2) sore.

Selain itu, ia menambahkan, peran serta komitmen OJK dalam membantu pemerintah dalam pembangunan ekonomi memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Bali.

"Inovasi serta pemikiran yang telah dilakukan OJK dalam rangka membangun ekonomi Bali yang salah satunya dengan penyediaan website permodalan yang memberi banyak dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Bali khususnya bagi pelaku UMKM," papar Cok Ace.

Wagub berharap kerjasama dan sinergitas antara pemerintah Provinsi Bali dan OJK selanjutnya dapat terus ditingkatkan dan terjalin dengan baik. 

"Kedepan, sinergitas yang ada terus ditingkatkan dalam upaya meningkatkan perekonomian Bali dimasa yang akan datang," harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida menjelaskan saat ini proyeksi perekonomian dan sektor jasa keuangan Indonesia diwarnai dengan downside risks. Hal itu disebabkan perlambatan ekonomi global sebagai dampak perang dagang dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan. 

Namun OJK optimis dengan dengan program pemerintah terkait infrastruktur dan reformasi di bidang peraturan hukum lewat Omnibus Law akan memberikan tren yang positif.

"Dengan selesainya beberapa proyek infrastruktur strategis dan konsistensi pemerintah menjalankan reformasi struktural dan hadirnya terobosan Omnibus Law, optimis perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kinerja sektor keuangan yang positif akan berlanjut di tahun 2020," paparnya.

Pertemuan tahunan industri jasa keuangan turut dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya dan Dra.Hj.Wartiah,M.Pd, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, Kepala Kantor OJK wilayah Kantor Regional 8 beserta jajarannya, para pimpinan lembaga jasa keuangan dan undangan lainnya. (ISU/PDN)