Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Koster Minta PKK Bali Terus Bersinergi Tangani Masalah Sampah dari Sumber

Oleh Podiumnews • 11 Februari 2020 • 14:31:17 WITA

Koster Minta PKK Bali Terus Bersinergi Tangani Masalah Sampah dari Sumber
Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka pelaksanaan Rapat Konsultasi (Rakon) PKK Tingkat Provinsi Bali tahun 2020, di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (11/2). (Foto: istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster meminta TP PKK Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa se-Bali, untuk turut serta berperan aktif mensosialisasikan pengolahan, pemilahan dan bergerak untuk menangani sampah secara serius. Pembiaran penimbunan sampah pada satu tempat menurutnya akan menimbulkan masalah bagi masyarakat dan lingkungan.

Hal itu ia sampaikan saat membuka pelaksanaan Rapat Konsultasi (Rakon) PKK Tingkat Provinsi Bali tahun 2020, di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (11/2).

“Sebaiknya pemilahan sampah dimulai dari intern rumah tangga sendiri, sehingga sasaran untuk memindahkan alur timbunan atau penumpukan sampah residu dapat diminimalisir, karena hal ini memiliki pengaruh cukup besar bagi kunjungan wisatawan ke Bali,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Selanjutnya Gubernur menilai TP PKK merupakan organisasi yang kuat dengan struktur dari pusat hingga dusun/ banjar. Memiliki peran penting dalam membangun masyarakat mulai dari ketahanan sandang, pangan, papan dan pendidikan bahkan menyangkut kebersihan lingkungan.

"Organisasi PKK yang bersifat ‘ex officio’ diharapkan mampu bekerja sama yang baik dengan pemerintah dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah ke arah yang lebih maju dan berkembang," ucap Gubernur.

Sementara itu, dalam Rapat Konsultasi, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny Putri Suastini Koster mengarahkan anggota agar menyusun program terkait pengolahan sampah berbasis sumber, di mana satu wilayah dengan wilayah lainnya tidak saling memindahkan sampah yang diproduksinya.

“Jika produksi sampah itu dari rumah kita, ya jangan dibawa ke rumah orang lain. Jika sampah itu adalah milik kabupaten kita, ya jangan dibawa ke kabupaten/ kota lain karena mereka bukan tempat penampungan yang selalu siap untuk mencium bau busuk sampah yang datang dari wilayah luar,” ujar Ny Putri Koster.

Regulasi pengolahan sampah harus jelas dan terukur dengan pemilahan sampah organik dan anorganik, mengingat tidak semua sampah dapat diolah menjadi pupuk. 

Hal ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak, mengingat pengolahan sampah juga sudah diatur di dalam Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Sosialisasi penyediaan tempat sampah yang terpilah dan menggunakan sarana tempat sampah yang dikembangkan di desa/ komunitas masyarakat, yakni pemisahan sampah daun dan plastik. 

"Pemilihan dan pemindahan sampah plastik bisa dilanjutkan ke bank sampah yang disiapkan pada satu titik per kabupaten/ kota atau wilayah yang memilikinya," ucapnya.

Paparan panel dibawakan oleh dua narasumber yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina dan Sekretaris Bappeda Provinsi Bali Ida Bagus Anom.

Kadis PMD dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom mengatakan bahwa TP PKK selaku mitra pemerintah diharapkan mampu mendukung dan memperluas jaringan melalui banjar yang kemudian disebut dasa wisma mampu mendukung program pemerintah yang sudah dirancang dan dirangkum.

"Stop cara konvensional (angkut-buang sampah) ke satu TPA. Mulai peran aktif ibu rumah tangga untuk memilah sampah dari dalam (rumah tangga) dulu, karena hingga saat ini tercatat 4,284.281 ton sampah per hari yang dihasilkan rumah tangga di Bali (sesuai data BLH)," katanya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hasil rumusan Rakon dari Ketua TP PKK Provinsi Bali kepada TP PKK kabupaten/kota se-Bali. Harapannya dapat meningkatkan sinergitas antar-TP PKK provinsi dengan kabupaten/kota se-Bali. Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan melahirkan generasi yang cerdas, sehat, berprestasi dan unggul dalam kualitas.

Selain itu ditekankan pula agar setiap program yang di dalamnya terdapat sejumlah kegiatan dapat dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan.

Rapat Konsultasi PKK Tingkat Provinsi Bali Tahun 2020 mengangkat tema ‘Konsolidasi Gerakan PKK Menyongsong Rakernas PKK ke-IX Tahun 2020’ dihadiri ketua TP PKK 8 kabupaten dan 1 kota di Bali. (ISU/PDN)