Search

Home / Birokrasi

Soal Sampah, KLHK Depasar: Solusinya Pengurangan Sampah dari Sumber

Ricky Satriawan   |    13 Februari 2020    |   22:22:35 WITA

Soal Sampah, KLHK Depasar: Solusinya Pengurangan Sampah dari Sumber
Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada, SE., M.Si. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Dalam rangka membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, Walikota Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota (DLHK) Denpasar mengelar lomba “Bangun Praja”. Lomba itu berkaitan dengan kebersihan dilingkungan Desa dan Kelurahan di Kota Denpasar.

Hal ini tidak terlepas dalam rangka menanggulangi persoalan sampah yang hari ini menjadi masalah serius di kota Denpasar.

“TPA kita sudah hampir penuh. Satu setengah tahun lagi sudah penuh TPA. Kalau sudah penuh TPA, kemana lagi kita akan buang. Salah satu solusinya adalah pengurangan sampah dari sumber, sehingga sedikit residu sampah yang terbuang ke tpa. Itu salah satu solusinya,” ungkap Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada, SE., M.Si  saat ditemui di ruangannya, Denpasar, Kamis (13/2).

Selanjutnya, Ketut Wisada menyebut ada 11 kriteria lomba yang wajib dipenuhi oleh Desa dan Kelurahan yang akan berpartisipasi dalam lomba tersebut.

“Kriteria lombanya ada 11, yaitu; Kondisi Perumahan/Pemukiman, Jalan, Pasar, Pertokoan, Perkantoran, Sekolah, Puskesmas, PKK, Sungai, Kondisi Penduduk, proses penanganan sampah/ pengelolaan sampah dari sumber. Yang menjadi pokonya adalah proses pengelolaan sampah dari sumber,” ungkapnya.

Proses lomba Bangun Praja 2020 akan berlangsung selama satu tahun dengan tiga (3) tahapan, yaitu tahap sosialisasi, tahap pengisian profil dan tahap penilaian fisik.

“Sampai bulan maret ini kita lakukan tahap sosialisasi kepada Kepala Desa dan Lurah, kemudian kaling dan kadus yang kita roadshow tiap kecamatan, samapai maret ini selesai. Kemudian lanjut dengan pengisian profil desa atau kelurahan setempat. Setelah profil, baru diadakan penilaian fisik di lapangan,” paparnya.

“Prosesnya berlaku selama satu tahun. Di akhir tahun, bulan desember akhir, saat Denfes (Depasar Festival,- red) akan kita umumkan pemenangya,” Imbuhnya

Dari segi penilaian, Kadis menilai tim yang dibentuk merupakan orang-orang yang kompeten dibidangnya. Orang-orang independent yang mengerti serta memiliki dedikasi dibidang lingkungan.

“Tim penilainya terdidi dari orang yang sangat peduli dan mengerti soal lngkungan. Dan mereka independent, tidak ada dari OPD,” pungkasnya.

Yang menarik adalah, hadiah yang ditawarkan dalam gelaran lomba kali ini. Tidak main-main, pemerintah kota Denpasar akan memberikan hadiah hingga miliaran rupiah kepada Desa/Kelurahan yang menjadi juara.

“Hadiah pertamanya 1 miliar, hadiah kedua 750 juta dan hadiah ketiga 500 juta,” ucap Kadis.

Disisi lain, lomba kali ini merupakan yang pertama kali digelar oleh Pemerintah Kota Denpasar. Selanjutnya, kedepan lomba ini akan terus digelar secara berkelanjutan.

“Karena masyarakat peduli sampah tidak boleh berhenti. Kalau semua Desa sudah bisa mengelola sampah dengan baik, maka akan membuat lingkungan menjadi lestari,” ungkap Kadis.

Kadis Ketut Wisada berharap, program ini dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat kota Denpasar. Terutama dalam merubah perilaku masyarakat dalam menaggulangi persoalan sampah.

“Goal nya masyarakat tertib membuang sampah, tertib pilih, pilah,dan olah sampah. Dan super goal nya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Seperti kata pepatah, ‘bersih pangkal sehat’,” tutupnya. (RIS/PDN)