Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Koster: Butuh Data Akurat untuk Membuat Kebijakan yang Tepat

Oleh Podiumnews • 15 Februari 2020 • 23:45:13 WITA

Koster: Butuh Data Akurat untuk Membuat Kebijakan yang Tepat
Gubernut Bali Wayan Koster saat menerima Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho terkait dengan Sensus Penduduk berbasis online tahun 2020, di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (15/2) sore. (Foto: Istimewa)

 

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gubernur Koster menilai data kependudukan yang akurat sangat dibutuhkan sebagai basis membuat perencanaan kebijakan dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan.

Hal itu ia sampaikan saat menerima Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho terkait dengan dimulainya Sensus Penduduk berbasis online tahun 2020, di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (15/2) sore.

“Tadi Saya sudah mengisi data secara online, sudah ada kemajuan sensusnya sekarang, kalau dulu secara manual,” ungkapnya.

Selanjutnya ia menyebut, sensus penduduk secara Online yang akan dilaksanakan selama 45 hari itu, akan lebih cepat selesai. Sebab, area di Bali mudah dijangkau dan relatif sudah melek dibidang teknologi.

“Saya sebagai gubernur sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Badan Pusat Statistik. Saya ingin data yang akurat, memadai untuk membuat suatu perencanaan dan kebijakan yang tepat dan efektif yang bisa menjawab permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Gubernur Bali itu.

Selain itu, Sensus Penduduk 2020 akan memastikan ketersediaan data kependudukan yang aktual dan terkini.  Hal itu mendukung pelaksanaan Visi nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat Bali mengisi data sensus penduduk online.

“Ngiring sareng sami sukseskan Sensus Penduduk Online dengan mencatatakan diri melalui link sensus.bps.go.id mulai tanggal 15 Februari – 31 Maret 2020,” ajak Koster.

Dilain sisi, Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho menyebutkan sensus penduduk online 2020 yang dilaksanakan pertama kali di Indonesia dimulai hari ini hingga 45 hari kedepan.

Peran serta dan pendampingan Gubernur Bali menurutnya merupakan bagian dari upaya kampanye kepada publik. Selain itu juga ajakan kepada publik untuk memenuhi kepentingan pemerintah dan masyarakat mengikuti sensus online.

“Jika sampai batas waktu masih ada yang belum melaksanakan sensus secara online maka kita akan menurunkan petugas, karena ini kan baru pertama jadi pasti ada kekurangan dan akan kita perbaiki,” paparnya.

Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam mensukseskan progam sensus penduduk online 2020. Khususnya di provinsi Bali.  

“Kita berharap semua masyarakat Bali bisa mengikuti sensus ini. Berbagai upaya sedang kami siapkan, kami kerjakan agar partisipasi masyarakat lebih banyak,” sebut Adi Nugroho. (ISU/PDN)