Dewa Indra: Pemprov Bali Komit Beri Perhatian Penyandang Disabilitas
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyerahkan bantuan berupa 500 paket sembako kepada lansia, penyandang disabilitas, masyarakat kurang mampu dan anak yatim piatu di Aula Yayasan Bunga Bali, Sabtu (15/2).
Bantuan berupa paket sembako merupakan donasi dari beberapa yayasan yang difasilitasi oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali.
Sekda Dewa Indra menyebut Pemprov Bali bekomitmen untuk memberi perhatian kepada penyandang disabilitas, baik dalam upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi maupun sosial.
“Pemerintah tentu berada di barisan terdepan dalam penanganan penyandang disabilitas, namun upaya ini akan menjadi lebih optimal jika didukung oleh seluruh komponen masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta masukan dari yayasan yang selama ini sangat konsen terhadap keberadaan penyandang disabilitas. Sehingga ia menilai akan lebih mengetahui tindakan dan hal-hal yang dibutuhkan untuk para penyandang disabilitas.
“Tadi dalam diskusi, disinggung soal pentas seni khusus penyandang disabilitas. Sebelumnya belum dianggarkan, tapi untuk tahun ini saya cek anggarannya sudah ada. Saya berharap, program ini dilaksanakan secara berkesinambungan. Ke depannya Pemprov Bali akan merancang program yang lebih bermanfaat,” ungkap Dewa Indra.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk memperlakukan penyandang disabilitas sama seperti masyarakat lainnya, bahkan harus lebih berpihak. Sebab secara fisik mereka butuh pehatian yang lebih.
“Kalau yang memiliki fisik sempurna hanya butuh kondisi kondusif untuk kirprah, penyandang disabilitas membutuhkan perhatian lebih,” pungkasnya.
Dilain sisi, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Dewa Gede Mahendra Putra menyatakan pemberian bantuan kali ini merupakan wujud berbagi kasih pada momen hari raya. Sebagai rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta kepada sesama.
“Bantuan jangan dilihat dari jumlah dan besarannya, namun harus dilihat dari ketulusan dalam memberi dan meringankan beban mereka yang membutuhkan,”pungkasnya.
“Penyandang disabalitas bukan kelompok marginal. Melalui berbagai upaya, Dinas Sosial P3A Bali dan kabupaten/kota terus berupaya memberdayakan mereka agar mampu mandiri dan memperoleh perlakuan yang sama,” imbuhnya. (ISU/PDN)