Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Tiga Langkah Strategis BI-Pemerintah Jaga Inflasi 2020

Oleh Podiumnews • 16 Februari 2020 • 12:57:01 WITA

Tiga Langkah Strategis BI-Pemerintah Jaga Inflasi 2020
BI. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Untuk menjaga inflasi IHK pada tahun 2020 tetap pada kisaran sasarannya 3,0±1%, Pemerintah dan Bank Indonesia melaksanakan rapat koordinasi antar pimpinan kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) pada, Kamis (13/2) di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut menyepakati tiga langkah strategis pengendalian inflasi sebagai berikut: Pertama, menjaga inflasi komponen bergejolak (volatile food) dalam kisaran 4,0±1%, melalui; Memperkuat empat pilar strategi yang mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif (4K), sejalan dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2019-2021. Implementasi strategi difokuskan untuk menurunkan disparitas harga antar waktu dan antar wilayah;

Menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN); dan Memperkuat kelembagaan pertanian, disertai peningkatan kapasitas, pembiayaan, dan pengembangan ekosistem pertanian digital, termasuk sinkronisasi program dan data.

Kedua, memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi masyarakat; dan

Ketiga, memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi pada Juni 2020 dengan tema “Stabilitas Harga Menuju Indonesia Maju: Sinergi Meningkatkan Ketersediaan Pangan melalui Korporatisasi dan Digitalisasi UMKM”.

Sinergi kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia dapat menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2019 tetap rendah terkendali pada level 2,72% dan berada dalam kisaran sasaran 3,5±1%. Pencapaian ini merupakan terendah selama dua dekade terakhir dan melanjutkan tren terjaganya realisasi inflasi pada kisaran sasaran selama lima tahun terakhir.

Pembangunan infrastruktur memberikan dampak positif dalam perbaikan konektivitas dan kelancaran distribusi barang dan jasa. Inflasi yang rendah dan stabil telah mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Hal ini berkontribusi positif dalam menjaga daya beli masyarakat, memberikan insentif bagi penanaman modal termasuk investasi.

“Ke depan, Pemerintah dan Bank Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga sehingga inflasi IHK tetap terjaga dalam kisaran sasarannya 3,0±1% pada 2020,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam rilisnya, Kamis (13/2). (COK/PDN)