Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Perluasan Apron Bandara Ngurah Rai, Mutlak Dilakukan

Oleh Podiumnews • 07 Mei 2017 • 13:32:14 WITA

Perluasan Apron Bandara Ngurah Rai, Mutlak Dilakukan
Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawaijaya, S.E.,MBA.,

Podiumnews,Mangupura- RENCANA penambahan apron di Bandara I Gusti Ngurah Rai, ibarat gayung bersambut. Sejumlah pelaku pariwisata mengaku sepakat, karena Bali sampai saat ini masih nertumpu pada sektor industri tanpa cerobong asap ini untuk menambah pendapatan daerah.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawaijaya, S.E.,MBA., menegaskan pembangunan industri pariwisata tidak hanya cukup dengan menggarap objek wisatanya saja. Apalagi Bali termasuk Badung, tidak memiliki potensi tambang untuk mendulang pendapatan asli daerah (PAD) seperti daerah lain. Sehingga pariwisata menjadi tulang punggung dan primadona. "Karena sebagai tulang punggung, maka pembangunan pariwisata di Bali tidak bisa dilakukan secara parsial tapi harus terintegrasi antar sektor maupun antar wilayah (kabupaten), " kata Rai Suryawijaya.

Menurut tokoh Puri Saren, Dalung ini, industri pariwisata Bali yang dimentori Badung, menunjukan tren peningkatan. Artinya, sektor pariwisata sudah mampu memberikan kontribusi ekonomi baik babi pemerintaj maupun masyarakat. Untuk itu, trobosan Badung dengan membagi hasil PHR ke sejumlah kabupaten lainnnya merupakan langkah tepat dan  yata dalam membangun pariwisata terintegrasi. "Tidak berlebihan jika saya katakan memnangun pariwisata Bali dari Badung," tegas Suryawijaya yang juga ditunjuk sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung.

Terkait rencana perluasan apron di Bandara Ngurah Rai, lelaki yang akrab disapa Gung Rai ini, mengaku sangat sepakat. Karena kalau tidak, Bali dan Badung tahun 2019 akan dihadapkan pada persoalan besar. Apalagi kebijakan secara nasional yang dicanangkan presiden Jokowi, kunjungan wisatawan harus terus digenjot sehingga keyersediaan bandara menjadi sangat penting. "Tahun ini Presiden Jokowi mentargetkan kunjungan wisman 20 juta, dan 70 persennya ada di Bali. Sementara 30 persennya Jakarta dan daerah lainnya," kata pemilik sejumlah  bisnis pariwisata ini.

Agar rencana perluasan apron tidak memunculkan polemik, Rai Suryawijaya berharap dilakukan sosialisasi intens kepada masyarakat. Apalagi rencana itu juha akan melakukan reklamasi, sehingga harus dilakukan kajian komperhensif sehingga tidak memunculkan pro dan kontra. Apalagi krama Bali saat ini sedang dalam kondisi sensitif, terkait isu-isu reklamasi. "Kalau dilakukan sosialisasi saya kira masyarakat akan sangat memahami, apalagi umtuk kepentingan ekonomi Bali melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan," katanya. (e)