Nyoman Dhamantra : Pembangunan Bali harus Dirancang Terpadu dan Holistik
DENPASAR-Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Dhamantra menggelar agenda reses di Kabupaten Gianyar, Denpasar, Badung dan Tabanan pada tanggal 3 -11 November 2017.
Dalam kunjungannya di tengah-tengah masyarakat, Dhamantra menekankan pentingnya pembangunan Bali yang harus dirancang secara terpadu dan holistik. Alasannya, karena disebutnya Bali tak bisa hanya berpikir pada upaya-upaya menyeimbangkan pembangunan, tanpa melakukan kajian yang matang.
“Sudah saatnya format yang mendasar dan menyeluruh dari pembangunan Bali untuk dikritisi dengan kritis. Evaluasi secara bersama-sama harus dilakukan,” ujarnya saat berkunjung ke Kecamatan Blahbatuh, tepatnya Banjar Tojan Desa Pering Kabupaten Gianyar.
Dari sudut pandang Dhamantra, sejauh ini Bali selatan penuh sesak dan terkesan mengalami kelebihan kapasitas. Maka seharusnya secara sederhana harus berpikir pembangunan diarahkan ke Bali utara, barat dan timur.
“Ini strategi yang harus dibicarakan dan dimatangkan. Jangan sampai ketika pembangunan diarahkan ke Bali utara dan masyarakat Bali utara mengalami nasib yang sama dengan saudaranya yang ada di Bali Selatan. Yang kita khawatiran saat Bali utara maju, penduduk lokal setempat juga tergusur,” tegas Dhamantra di hadapan tokoh masyarakat, Kepala Desa, Bendesa Adat, Kepala Dusun, dan Kelian Adat setempat.
Dirinya pun kemudian berharap ada ruang konsultasi dan kajian yang lebih luas untuk memikirkan pembangunan Bali ke depan. Pijakannya adalah kemerdekaan yang merupakan mindset dan pembangunan itu diselenggarakan untuk mengukuhkan kemerdekaan itu sendiri.
Kemudia saat berkunjung ke Pura Dadia Mambal Kecamatan Denpasar Timur, Pura Batur Sari Denpasar Utara dan Pura Panti Ngukuhin Denpasar Timur, Dhamantra mengangkat tema yang juga tak kalah menarik, yakni tentang program pemerintah khususnya mitra kerja Komisi VI.
Tema tersebut diangkat mengingat masih banyak pertanyaan dari masyarakat, khususnya di wilayah Denpasar yang belum paham benar tentang program-program pemerintah di Komisi VI.
Dan dalam kesempatannya, Dhamantra menjawab semua pertanyaan masyarakat tentang program IKM dari Kementerian Perindustrian, program wirausaha pemula dari Kementerian Koperasi, Revitalisasi Pasar Tradisional dari Kementerian Perdagangan dan program CSR/PKBL dari Kementerian BUMN.
Lanjut untuk di daerah Kabupaten Gianyar, Nyoman Dhamantra beserta tim DMC mengunjungi Banjar Tojan Kecamatan Blahbatuh. Hadir dalam kesempatan ini Sekaa Teruna (kelompok pemuda) di daerah tersebut.
Untuk tema yang disampaikan menyerukan “Tolak Reklamasi”. Nyoman Dhamantra menegaskan, aspirasi masyarakat Bali terkait penolakan reklamasi Teluk Benoa sudah dibahas dalam agenda Kongres IV PDI-P yang beberapa waktu lalu sudah berlangsung di Sanur, Bali.
"Saya berharap seluruh masyarakat Bali terus menyuarakan penolakan reklamasi," serunya.
Aspirasi itu menurut Dhamantra selayaknya dikawal bersama, dan senantiasa peka terhadap dan konsisten menyuarakan serta memperjuangkan aspirasi penolakan itu. Lebih-lebih aspirasi yang berkembang merupakan isu sentral yang perlu disikapi oleh pemerintah seperti keberadaan isu penolakan reklamasi Teluk Benoa, Bali. (*)