Search

Home / Nasional

Covid-19 Tak Kenal SARA, Diminta Patuhi Imbauan Berada di Rumah

Editor   |    22 Maret 2020    |   15:33:52 WITA

Covid-19 Tak Kenal SARA, Diminta Patuhi Imbauan Berada di Rumah
ILUSTRASI (Ist)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Virus Corona (Covid-19) tak mengenal latar belakang suku, agama, ras (SARA) tertentu, ia bisa menyerang siapa saja dengan waktu yang sangat cepat.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, sekaligus sebagai Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, Sabtu (21/3) di Jakarta.

“Mereka-mereka yang secara fisik kurang sehat inilah yang harus kita lindungi. Oleh karenanya, kami semua Gugus Tugas, organisasi Gugus Tugas itu akan berusaha semaksimal mungkin mengingatkan masyarakat,” kata Doni.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa imbauan tetap berada di rumah sangat penting dipatuhi masyarakat. Ia pun kemudian berharap agar pemuka agama dan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang ikut pula menyampaikan imbauan tersebut.

“Dan kita juga harus berusaha membuat masyarakat yang sehat tetap sehat. Yang sudah terlanjur sakit kita obati sampai sembuh, termasuk mereka yang mungkin kurang sehat tetap kita upayakan untuk dirawat sampai sembuh,” ujarnya.

Menurut Doni, masing-masing diri tidak tahu di antara yang ada apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

“Kalau mereka yang sudah di rumah sakit dapat kita antisipasi, kita bisa menghindarinya, atau orang-orang yang sudah positif, diumumkan atau diberitahukan, kita bisa menghindarinya,” katanya.

Yang jadi persoalan, menurut dia, adalah ketika seseorang yang belum diketahui tetapi ternyata telah positif, sebagai pembawa virus (carrier). Barangkali ketika berada di tempat umum, bagi mereka yang sehat secara fisik tentu imunitas dan staminanya bagus, hingga kemungkinan tidak terpapar.

“Tetapi kalau ada orang yang kesehatannya terganggu, seperti seperti diabetes, jantung, dan penyakit bawaan lainnya, termasuk juga orang yang relatif usianya sudah tua, sangat mungkin virus ini menular kepada orang-orang tersebut, setelah beberapa waktu mereka terjangkit,” jelasnya seraya menambahkan bahwa bagi mereka yang kondisi fisik serta kesehatannya kurang bagus justru sangat membahayakan bahkan bisa menimbulkan kematian. (COK/PDN)