Ini Alasan Masyarakat Diajak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tak henti-henti mengajak masyarakat agar tetap selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.
Ajakan itu bukanlah tanpa alasan. Hal tersebut mengingat makin meningkatnya kasus positif Covid-19 yang berasal dari transmisi lokal pada belakangan terakhir ini.
Misalnya berdasarkan data dua hari terakhir ini menyebutkan bahwa kasus positif Covid-19 per hari di Bali didominasi oleh penularan transmisi lokal. Pada Sabtu (6/6) kemarin tercatat terjadi 18 kasus transmisi lokal dari 33 kasus positif yang ada.
Kemudian pada Minggu (7/6) ini kembali penularan transmisi lokal mendominasi kasus positif Covid-19 di Bali. Disebutkan bahwa dari total 25 kasus positif Covid-19 pada hari ini ternyata 24 kasus merupakan transmisi lokal.
Data itu terungkap dalam keterangan pers Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Minggu (7/6) di Denpasar.
"Jumlah kumulatif pasien positif 582 orang. Bertambah 25 orang yang terdiri dari dua orang WNA transmisi lokal, dan 23 WNI dengan rincian satu PMI dan 22 transmisi lokal," sebut Dewa Indra.
Dengan begitu jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 di Bali hingga pada Minggu ini telah mencapai 292 kasus dari sehari sebelum berjumlah 263 kasus. Sedangkan lusa lalu berjumlah 245 kasus.
"Ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan (protokol kesehatan, red) Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya," kata Dewa Indra.
Untuk itu, kembali ia mengingatkan warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah
"Dalam menekan kasus transmisi lokal, masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini," tegasnya.
Sementara pasien sembuh ia menyebutkan hingga saat total berjumlah 373 orang. "Hari ini yang sembuh bertambah dua WNI. Keduanya merupakan transmisi lokal," rincinya.
Sedangka jumlah korban meninggal tidak terjadi penambahan sama sekali. "Jumlah pasien yang meninggal tetal lima orang," demikian Dewa Indra. (ISU/PDN)