Satpol PP Provinsi, Pecalang dan Relawan Sinergi Jaga Pintu Masuk Bali
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Satpol PP Provinsi Bali jalin sinergi dengan pecalang dan relawan melaksanakan tugas dan pemantauan penumpang yang menuju Bali di Terminal Sri Tanjung, Banyuwangi. Mengingat, awak kendaraan pembawa logistik ke Bali harus mengantongi rapid test non reaktif masuk ke Bali.
Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pecalang dan relawan untuk memantau sekaligus memastikan aturan wajib rapid test berjalan lancar.
Selama masa pemantauan tersebut, kata dia, pihak gugus tugas memang mengalami kesulitan dalam memastikan pelaksanaan rapid test bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang didominasi oleh sopir angkutan logistik.
“Memang terjadi kekroditan terutama di Terminal Sri Tanjung. Jumlah sopir dan penumpang yang harus dicek sangat banyak sementara petugas yang bertugas di sana jumlahnya terbatas,” jelasnya di Denpasar, Minggu (21/6/2020).
Bahkan, tambah Darmadi, pada jam-jam tertentu yaitu sekitar pukul 02.00 – 06.00 waktu setempat, puncak kekroditan terjadi. “Di sinilah kondisi yang benar-benar menguras energi. Benar-benar melelahkan secara psikologis maupun biologis” imbuhnya.
Pada jam-jam tersebut umumnya mengharuskan para petugas beristirahat, sementara jumlah pelaku perjalanan sangat banyak. Tidak terbayangkan lelahnya. Belum lagi, lanjut Darmadi, para petugas harus melayani keluhan para pelaku perjalanan yang merasa belum puas dengan pelayanan atau lelah mengantre.
“Harusnya ini juga dimengerti oleh PPDN karena jumlah petugas yang melaksanakan pengecekan rapid test terbatas, semua harus bisa bersabar,” imbau Darmadi.
Lebih jauh, ia menyayangkan ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab di cek point Terminal Sri Tanjung. “Ada yang mengaku calo rapid test kepada mereka, sehingga menimbulkan kekisruhan baru."
Untuk itu, pihaknya sangat bersyukur dan mengapresiasi jika memang cek point rapid test dipindah ke Gilimanuk saja. Sedangkan persyaratan rapid test untuk masuk Bali bisa dilakukan secara mandiri oleh para pelaku perjalanan di tempat asalnya.
“Hal itu dirasa akan makin efektif dan memudahkan kerja para petugas kami. Bilamana syarat rapid test mandiri akan bisa meringankan beban petugas," ujar Darmadi seraya menegaskan pemindahan cek point ini akan mengurangi resiko intimidasi dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab di Sri Tanjung. (BAS/PDN)