Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Terdampak Pandemi, Koperasi di Bali Hadapi Tiga Persoalan Serius

Oleh Podiumnews • 16 Juli 2020 • 21:01:46 WITA

Terdampak Pandemi, Koperasi di Bali Hadapi Tiga Persoalan Serius
I Wayan Mardiana

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Akibat terdampak pandemi Covid-19, koperasi di Bali menghadapi tiga persoalan serius. Persoalan pertama berkaitan dengan likuiditas, saat nasabah koperasi menarik simpanan/tabungan di koperasi dalam jumlah besar maka koperasi akan kesulitan likuiditas.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Bali, I Wayan Mardiana saat seminar nasional daring (webinar) yang mengusung tema ‘Tatanan Kehidupan Era Baru Koperasi dan UMKM Menuju Digitalisasi’, pada Kamis (16/7) di Denpasar.

“Persoalan kedua, anggota koperasi kesulitan mengangsur pinjaman sehingga menganggu pendapatan koperasi, dan masalah ketiga adalah, kesulitan membayar pinjaman kepada pihak perbankan,” kata Mardiana.

Menurutnya, tak hanya koperasi, UMKM juga menghadapi situasi sulit. Persoalan yang dihadapi UMKM, kata dia, antara lain terkendalanya pasokan bahan baku karena sejumlah daerah menerapkan PSBB, menurunnya permintaan karena para pelanggan mengurangi pesanan dan kesulitan memperoleh pinjaman modal.

“Menyikapi kendala yang dihadapi penggerak koperasi dan pelaku UMKM, Pemprov Bali telah mengambil langkah dalam bentuk penyaluran stimulus bidang ekonomi. Koperasi binaan kabupaten/kota memperoleh dana stimulus sebesar Rp 10 juta dan koperasi binaan provinsi dibantu Rp 30 juta. Tak hanya itu, Pemprov juga memberi perhatian terhadap pelaku UMKM, IKM (Industri Kecil dan Menengah) dan sektor informal,” bebernya.

Meski banyak kendala yang dihadapi di tengah pandemi Covid-19, pihanya berharap, penggerak koperasi dan pelaku UMKM membangun optimisme dengan melakukan adaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru dalam membangun pasar. “Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali perubahan perilaku dan konsumen dan bertransformasi secara proaktif,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Bali mencatat, hingga saat ini, Bali memiliki 5.016 koperasi yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Sementara jumlah UMKM tercatat sebanyak 327.310 dengan presentase pertumbuhan 4 persen di tahun 2019.

“Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Bali yang saat ini tercatat sebanyak 4.230.051, rasio kewirausahaan di Bali terbilang masih kecil yaitu hanya sebesar 7,71 persen,” pungkas Mardiana. (BAS/PDN)