Pemprov Bali Gandeng 500 Produsen Lokal di Pasar Gotong Royong
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana memastikan tidak ada masalah soal ketersediaan produk pangan lokal Bali yang akan dijual pada acara Pasar Gotong Royong Krama Bali. Bahkan berlebih akibat tutupnya hotel dan restoran yang membeli produk pangan lokal.
"Produk petani di Bali ini hampir 50 persen diserap oleh hotel dan restoran. Akan tetapi karena sepi wisatawan dan mereka tutup, maka produk ini menjadi berlebih. Dan untuk menyikapi itu, maka bapak gubernur membuat kebijakan membentuk Pasar Gotong Royong Krama Bali," jelasnya di Denpasar, Rabu (22/7).
Untuk ketersediaan produk dalam pasar ini, pihaknya telah mengandeng 500 produsen lokal yang akan memenuhi produk di 55 tempat, baik itu di provinsi, instansi vertikal, BUMN maupun BUMD.
"Ada sekitar tujuh komoditi yang dijual dalam pasar ini. Mulai dari beras, bawang merah, cabai, dan yang lainnya," sebutnya.
Menurutnya, produsen itu merupakan petani lokal langsung yang akan berjualan di pasar ini.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk untuk mempersiapkan ini. Dan untuk mengumpulkan para petani ini, kami tidak menemui kendala. Karena mereka memiliki asosiasi masing-masing," tandasnya.
Sementara untuk memastikan 10 persen gaji PNS yang wajib dibelanjakan dalam pasar murah, lanjut dia, sesuai arahan Gubernur Koster maka kepala dinas melakukan pengecekan.
"Tentu kalau kami Dinas Pertanian, saya yang mengecek langsung melalui kabid dan kasi. Kami usahakan belanja secara nontunai sehingga lebih mudah dalam pengecekannya," pungkasnya. (BAS/PDN)