Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Koster Tegaskan Pembukaan Aktivitas Pariwisata Sesuai Tahapan

Oleh Podiumnews • 23 Juli 2020 • 18:51:16 WITA

 Koster Tegaskan Pembukaan Aktivitas Pariwisata Sesuai Tahapan
Gubernur Koster

DENPASAR. PODIUMNEWS.com - Pembukaan aktivitas pariwisata Bali sudah sesuai tahapan, dan bukan terburu-buru. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Kamis (23/7). "Memang sudah saya perhitungkan. Minggu ini akan terjadi penurunan pasien positif, kasus baru, sembuhnya meningkat, yang meninggal dapat kita kendalikan," tegas Koster.

Menurutnya,  tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Bali kini mencapai angka 74 persen dan menempati peringkat tiga di Indonesia. "Sejauh ini menurut saya kalau dibandingkan daerah-daerah lain, Bali itu sudah terkendali. Mengenai tingkat kesembuhan  per kemarin (Rabu 22 Juli 2020) itu 74 persen. Kita di Indonesia nomor tiga di bawah Sumatera Barat," bebernya.

Ditambahkannya, pihaknya sangat aktif melakukan penelurusuran untuk mencegah menyebarnya virus ini. "Tapi jangan lupa Bali ini sangat aktif mengejar dan kemudian menerapkan standar yang lebih tinggi. Jadi mengenai dimulainya aktivitas pariwisata itu akan kita terapkan sesuai dengan tahapan yang sudah ditentukan," imbuhnya.

Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini menjelaskan, pemerintah pusat sangat mendukung tahapan pembukaan kembali pariwisata yang dilakukan oleh Pemprov Bali. Tanggal 11 September mendatang tentu saja kalau Peraturan Menteri Hukum dan Ham mengenai larangan orang asing masuk ke Indonesia itu direvisi atau dicabut, karena belum semua negara membuka penerbangan keluar, dan belum semua negara membolehkan warganya keluar dari negaranya, maka pariwisata untuk mancanegara direncanakan bakal dibuka kembali.

"Jadi ini mungkin akan bertahap juga. Negara mana dulu sebenarnya. Pemerintah pusat sudah menyiapkan dengan beberapa negara yang akan datang ke Indonesia dan ke Bali. Tapi kita tunda dulu, kita lakukan tanggal 11 September supaya tahapannya bisa kita siapkan dengan baik. Tidak semua negara akan datang, mungkin beberapa negara saja dulu," pungkasnya.

 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa menyampaikan, verifikasi sertifikasi kelayakan industri pariwisata yang ada di bawah kewenangan provinsi sedang berproses. Di mana verifikasi dilakukan secara virtual mengingat banyaknya usaha pariwisata yang ada di bawah naungan provinsi, dan tersebar di seluruh Bali.

“Mengingat jumlah yang akan diverifikasi cukup banyak, dan dilakukan tanpa biaya alias gratis, jadi ferivikasi di tengah pandemi Covid-19 ini, kami lakukan betul-betul secara gotong-royong melalui virtual. Dan semangat teman-teman ini sangat luar biasa dalam mendukung ferivikasi ini,” ungkapnya.

Menurutnya, sertifikasi dilakukan secara bertahap, dan ditargetkan sebagian rampung pada minggu depan ini. Namun secara keseluruhan, kata dia, ditargetkan selesai sebelum pembukaan pariwisata mancanegara pada 11 September mendatang.

“Persyaratan untuk verifikasi sendiri seperti wajib masker yang tidak boleh ditawar-tawar itu. Kemudian, pengukuran suhu tubuh, harus ada tempat cuci tangan, hand sanitizer, serta persyaratan lainnya,” bebernya.

Kendatipun telah mendapatkan sertifikasi kelayakan, pihaknya juga mengingatkan jika kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata sangat dibatasi jumlahnya. “Ya maksimal 50 persen dari kapasitas daya tampung objek wisata, sehingga bisa mengatur tentang physical distancing atau jaga jarak,” tandasnya.

Astawa menyebutkan, untuk verifikasi yang ada di bawah naungan provinsi seperti hotel berbintang tiga sampai lima, pantai untuk wisata tirta, dan transportasi. Sedangkan kewenangan kabupaten/kota, yakni hotel berbintang satu dan dua, restoran, dan Daya Tarik Wisata (DTW).

Mantan Kadisperindag Bali ini juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada wisatawan yang datang ke Bali. Mengingat, masih ditutupnya penerbangan internasional. “Untuk saat ini, wisatawan yang ada di Bali dalam artian yang tidak kembali pulang ke negaranya kurang lebih 7000 wisatawan mancanegara. Ada yang dari Rusia, Jerman, Australia, Tiongkok dan negara Eropa lainnya,” imbuhnya.

Pihaknya memprediksi, wisatawan mancanegara datang ke Bali diperkirakan terjadi setelah pembukaan pada 11 September mendatang. Yakni pada bulan Oktober hingga Desember. Karena saat itu bertepatan dengan musim dingin dan juga liburan akhir tahun. (BAS/PDN)