Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Gubernur Koster Resmi Buka Pariwisata Bali untuk Wisatawan Nusantara

Oleh Podiumnews • 31 Juli 2020 • 20:19:47 WITA

Gubernur Koster Resmi Buka Pariwisata Bali untuk Wisatawan Nusantara
Gubernur Koster

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali, Wayan Koster resmi mengumumkan dibukanya pintu masuk terhadap wisatawan Nusantara yang dimulai pada, Jumat, Sukra, Pon, Kulantir, tanggal 31 Juli 2020. Informasi membahagiakan itu disampaikannya di hadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio saat hadir dalam kegiatan Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua, Kamis (30/7).

Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengungkapkan, sebelum Pemerintah Provinsi Bali membuka pintu masuk wisatawan Nusantara ke Pulau Bali, telah dilakukan pertemuan dan menghasilkan kesepakatan dengan para bupati/wali kota se-Bali secara bersama-sama melakukan aktivitas ini secara bertahap, selektif, dan terbatas yang dimulai dengan kegiatan ritual keagamaan pada tanggal 5 Juli di Pura Agung Besakih.

"Kegiatan ritual keagamaan ini kami lakukan untuk memohon doa restu agar Ida Bhatara, Bhatari, Sesuhunan (Tuhan Yang Maha Esa, red) se-Bali supaya aktivitas perekonomian ini bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya," ujar Koster.

Kemudian tepat pada tanggal 9 Juli 2020 lalu, lanjut dia, merupakan tahap pertama Provinsi Bali memulai aktivitas lokal masyarakatnya, dan selanjutnya tahapan kedua ini juga mulai dengan aktivitas pariwisata hanya untuk wisatawan Nusantara yang resmi dimulai tanggal 31 Juli tahun 2020.

“Setelah itu, pada tahapan ketiga akan ada aktivitas pariwisata dengan mulai mengundang wisatawan mancanegara,” sebutnya.

Untuk mendukung pelaksanaan tahapan tersebut, pihaknya telah membuat Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 tahun 2020 tentang Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15243 tentang Persyaratan Wisatawan Nusantara Berkunjung ke Bali, sehingga semua pelaku khususnya di bidang pariwisata memiliki pedoman dalam pelaksanaan protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE)," ujarnya.

Koster yang merupakan mantan Anggota DPR RI tiga periode ini berharap, seluruh pelaku di bidang pariwisata agar betul-betul bisa menjalankan Tatanan Kehidupan Bali Era Baru secara tertib dan sukses, sehingga kasus Covid-19 di Bali ini tidak bertambah.

“Dibukanya pintu masuk terhadap wisatawan Nusantara, adalah satu bentuk implementasi Pemerintah Daerah (Pemda) Bali bersama dengan pemangku kepentingan lainnya di dalam menjalankan arahan Presiden RI, Joko Widodo yang menegaskan agar aktivitas perekonomian dimulai dan bisa menggerakan kehidupan masyarakat,” tandasnya.

Mendengar hal itu, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan akibat pandemi perolehan devisa pariwisata turun hingga 97 persen. Menurutnya hal ini merupakan satu pukulan yang berat sekali buat perekonomian Indonesia dan perekonomian Bali. Ia menambahkan pariwisata merupakan salah satu bidang yang sangat diperhatikan oleh pemerintah, karena penerimaan negara dari sektor ini sangat tinggi dan memberikan kesempatan kerja bagi jutaan orang.

“Oleh karena itu Presiden berkali-kali mengingatkan kami para pembantunya, bahwa kita harus menangani pariwisata ini dengan benar. Ada dua kunci yang harus kita perhatikan, yaitu penanganan Covid-19 dan penanganan ekonomi itu harus dijalankan,” ujarnya.

Sementara Menteri Parekraf, Wishnutama Kusubandio mengapresiasi dan kagum kepada masyarakat Bali. Karena dalam kondisi pandemi tetap optimis dan positif untuk tetap membangun kepariwisataan ke depan. Menurutnya saat ini Bali telah siap mengimplementasikan protokol kesehatan pada Tatanan Era Baru.

“Pada sore yang cerah ini, saya sangat berbahagia karena besok (hari ini-red) pariwisata domestik di Bali akan kembali dibuka. Pasti kita semua sangat gembira dan kita berharap besok perlahan segera bangkit kembali,” ujarnya seraya menambahkan adaptasi terhadap tatanan baru dan keberlanjutan unsur kesehatan dan keamanan menjadi hal yang utama dalam pertimbangan wisatawan untuk melakukan perjalanan, sehingga penerapan hal ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan sangat mendukung implementasi Tatanan Kehidupan Bali Era Baru terutama melalui sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS. Katanya, QRIS adalah sebagai kanal pembayaran, QRIS juga sangat sesuai dengan Tatanan Kehidupan Bali Era Baru, karena dilakukan secara nirsentuh (contactless), sehingga mampu mencegah risiko penularan virus. (BAS/PDN)