Dinilai Berhasil Cegah Covid-19, Bappenas Ingin Mendengar Masukan dari Bali
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Keberhasilan Bali dalam upaya mencegah dan memutus penyebaran Covid-19 ternyata dilirik oleh Pemerintah Pusat. Hal itu terbukti dengan adanya Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Himawan Hariyoga Djojokusumo yang melakukan kunjungan kerja ke Bali, tepatnya di Bale Adat Pura Dalem Penataran Anyar, Banjar Pitik, Desa Adat Pedungan, Denpasar, Senin (3/8).
Himawan Hariyoga mengatakan bahwa dirinya bukan orang baru di Bali tetapi sudah lama dan sempat bertugas menjadi Kelompok Ahli Gubernur Bali selama satu tahun. "Yang hadir di sini, seluruh pejabat eselon I Bappenas," ujarnya.
Menurutnya, kedatangannya bersama rombongan ini untuk mendengar langsung dari masyarakat terkait masukan dalam perencanaan pembangunan negara ke depannya. "Bali ini unik karena adanya peran masyarakat adat, khususnya pecalang yang terlibat dalam penanganan Covid-19, sehingga kami melakukan kunjungan kerja di sini," lanjutnya.
Bendesa Adat Pedungan, Gusti Putu Budiarta menuturkan bahwa desa adat sejak adanya pandemi telah melakukan tugas. “Sesuai dengan instruksi Gubernur Bali Wayan Koster, kami desa adat telah membentuk Satgas Gotong-royong untuk menangani Covid-19. Kami langsung bekerja sesuai regulasi dari gubernur dan juga edaran dari wali kota. Kami berkoordinasi dengan kelurahan. Jadi desa adat sebagai pelindung dalam menjalankan instruksi itu, dan bahkan membentuk pararem,” tuturnya.
Sebelumnya, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Sukahet mengungkapkan bahwa desa adat yang dilahirkan 1001 Masehi atau 1019 tahun lalu selalu memiliki peran dalam perjalanan perencanaan pembangunan di Bali.
“Desa adat didirikan oleh Mpu Kuturan, sejak zaman kerajaan, masa penjajahan, hingga kemerdekaan, desa adat selalu berperan. Sampai era kepemimpinan Gubernur Bali saat ini desa adat semakin didukung dan dibina agar semakin bermanfaat untuk keajegan Bali. Dari 1.493 desa adat di Bali saat ini, semuanya diberi peran. Desa adat selalu diperankan dalam pembangunan di Bali,” ujarnya.
Demikian juga dengan penanganan pandemi Covid-19 di Bali, di mana protokol kesehatan harus berjalan dengan semestinya, maka desa adat membentuk Satgas Gotong-royong. "Inilah yang kemudian bekerja bersama-sama menjaga masyarakat Bali, dengan melibatkan semua komponen yang ada," terangnya. (BAS/PDN)