Berkat Komunikasi, Renovasi Pasar Gianyar Sempat Ditolak Pedagang Bisa Dilanjutkan
GIANYAR, PODIUMNEWS.com - Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra mengungkapkan bahwa semula rencana renovasi Pasar Umum Gianyar sempat mendapat penolakan dari sejumlah pedagang. Namun berkat komunikasi yang baik antarpihak pada akhirnya dapat disetujui untuk dilanjutkan sesuai perencanaan.
Hal itu disampaikan Bupati Mahayastra di sela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan Pasar Umum Gianyar oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (18/8) di Kota Gianyar.
Menurut dia, peletakan batu pertama pembangunan pasar umum yang berada di jantung kota Gianyar ini menghidupi kurang lebih 1800 pedagang. Terdiri dari 800-an pedagang menempati los dan seribu pedagang pengguna mobil yang tiap harinya mampu mencatatkan transaksi hingga miliaran rupiah.
"Artinya ekonomi di sini ini berputar dengan baik, sehingga meski renovasi sempat mendapat penolakan dari pedagang tetapi akhirnya bisa dilanjutkan. Karena pasar ini dibangun tahun 1771, dan terakhir baru direnovasi pada tahun 1994 lalu," tuturnya.
Bupati Mahayastra mengungkapkan meski pembangunan pasar ini sempat mendapat penolakan dari pedagang, namun berkat adanya komunikasi yang baik antarpihak pada akhirnya dapat disetujui para pedagang.
Dikatakan dia, renovasi terhadap pasar ini dilakukan guna menghilangkan kesan kumuh, bau dan becek yang melekat selama ini dengan menjadikanya pasar yang bersih hingga akan menarik untuk dikunjungi masyarakat sebagai pembeli.
Pembangunan ini sendiri di sendiri berdiri diatas lahan seluas 1,4 hektar, dengan waktu pengerjaan yang dimulai dari 18 Agustus-6 November 2020. Sedangkan peresmiannya direncanakan akan dilakukan pada Januari 2021 oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
Usai acara peletakan batu pertama pembangunan Pasar Umum Gianyar, Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati Gianyar dan sejumlah Kepala OPD Permprov Bali melakukan peninjauan renovasi lapangan Astina. (BAS/PDN)