Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Setelah Gianyar, Koster Bangun Kantor MDA di Bumi Mekepung

Oleh Podiumnews • 20 Agustus 2020 • 21:36:20 WITA

Setelah Gianyar, Koster Bangun Kantor MDA di Bumi Mekepung
Gubernur Koster saat acara peletakan batu pertama pembangunan gedung MDA Jembrana, Kamis (20/8) di Jembrana.

JEMBRANA, PODIUMNEWS.com -  Gedung kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana resmi dibangun pada lahan milik Pemprov Bali terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Negara dengan luas tujuh are.

Pembangunan ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) pada Kamis (20/8). Tampak hadir pula Bupati Jembrana I Putu Artha, Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, anggota DPR-RI Komisi IV Made Urip, Sekda Bali Dewa Made Indra, dan Bendesa Agung Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

Pembangunan ini ditargetkan rampung pada Desember 2020, dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 3 miliar  yang bersumber dari  Corporate Social Responsibility (CSR). Rencananya gedung ini dibangun berlantai dua dengan desain arsitektur Bali.

Gubernur Koster mengatakan bahwa pembangunan gedung MDA Jembrana ini sebagai lanjutan dari proyek pembangunan kantor MDA Provinsi Bali yang bakal diresmikan pada pertengahan September 2020. Disusul dengan pembangunan kantor MDA Kabupaten Gianyar. "Khusus Gianyar, Pak Bupati Gianyar membangun secara mandiri menggunakan APBD Kabupaten," kata Koster.

Menurut dia, nantinya secara berturut-turut  akan disusul pembangunan gedung kantor MDA kabupaten/kota lain yang dimulai dari Karangasem, Denpasar, Bangli, Buleleng, dan Tabanan. "Jadi pada 2020 ini, ada tujuh kabupaten/kota yang akan dibangun kantor MDA. Pada tahun 2021, pembangunan kantor MDA akan berlanjut di Kabupaten Klungkung dan Badung," sebutnya.

Untuk lahan, dikatakan Koster, semuanya menggunakan aset lahan milik Pemprov Bali dengan dana berasal dari CSR, bukan dari APBD Provinsi Bali. " Saya surati semua BUMN di Bali supaya membantu desa adat, dan bersyukur kesemuanya komitmen membantu pembangunan ini. Terus kebetulan saya juga kenal Pak Ahok yang sekarang di PT Pertamina, Bali langsung diberikan bantuan Rp 5 milar. Jadi total sudah terkumpul Rp 29 miliar," sebut Koster.

Pembangunan ini sangat disambut baik Bendesa Madya MDA Jembrana, Made Subagia. Pihaknya sangat mendukung  visi Gubernur Koster yang tertuang dalam ‘Nangun Sad Kerthi Loka Bali’. "Keberpihakan Pak Gubernur kepada desa adat sangat luar biasa. Ada Perda Desa Adat, terus bantuan Rp 300 juta, dan sekarang kami diberikan gedung kantor. Semoga Pak Koster diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas," ujar Made Subagia. (BAS/PDN)