Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Gubernur Koster Gelar Peletakan Batu Pertama Gedung MDA Denpasar

Oleh Podiumnews • 29 Agustus 2020 • 19:57:58 WITA

Gubernur Koster Gelar Peletakan Batu Pertama Gedung MDA Denpasar
Gubernur Koster saat acara peletakan batu pertama pembangunan gedung MDA Kota Denpasar, Sabtu (29/8) di Denpasar.

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Peran desa adat di Bali sangatlah besar dalam menjaga keharmonisan alam Bali. Misalnya secara niskala, krama desa adat tiap hari raya apa pun dengan secara tulus ikhlas menghaturkan sembah bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa lengkap beserta sarana upakaranya. Hal ini terbukti mampu mengharmoniskan hubungan manusia dengan alam Bali sesuai filosofi Tri Hita Karana.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar, saat Simakrama Gubernur Bali dengan bendesa adat dan perbekel/lurah se-Kota Denpasar, seusai acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, Sabtu (29/8).

Karena perannya yang begitu besar dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, Koster kemudian menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 34 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Adat Bali.

Selain itu, Koster juga membentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pemajuan Masyarakat Adat yang khusus menangani kepentingan dan kebutuhan demi keberlangsungan desa adat di Bali.

Tak berhenti di situ, meski masa pandemi Covid-19, Koster melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah BUMN yang beroperasi di Bali agar turut serta memberikan penguatan atas keberadaan desa adat.

Karena menurut dia, desa adat dalam sejarahnya tercatat dalam hasil karyanya selalu tampil melestarikan kebudayaan Bali hingga menjadi primadona pariwisata dunia.

“Tahun 2020 ini saya menargetkan pembangunan gedung kantor Majelis Desa Adat (MDA) untuk tujuh kabupaten/kota se-Bali bisa dituntaskan. Mulai dari Gianyar, Jembrana, Karangasem, Bangli, Buleleng, Tabanan, dan Kota Denpasar. Disusul pada tahun 2021 akan dilanjutkan pembangunan untuk Kabupaten Badung dan Klungkung,” sebutnya.

Untuk pembangunan gedung kantor MDA Gianyar telah dimulai pada Selasa (18/8) lalu dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,4 miliar, bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar. Kemudian disusul Jembrana dimulai pada Kamis (20/8), menggunakan dana CSR sebesar Rp 3 miliar lebih.

Selanjutnya untuk Kabupaten Karangasem dimulai Minggu (23/8), dengan menelan biaya sebesar Rp 3 miliar lebih bersumber dari dana CSR. Terakhir, Kota Denpasar dimulai Sabtu (29/8) dengan perkiraan menghabiskan biaya sebesar Rp 3,1 miliar bersumbur dari bantuan CSR. (BAS/PDN)