Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Sensus Penduduk, Koster Minta Masyarakat Berikan Jawaban Kondisi Riil

Oleh Podiumnews • 01 September 2020 • 15:49:40 WITA

Sensus Penduduk, Koster Minta Masyarakat Berikan Jawaban Kondisi Riil
Gubernur Koster mengalungkan pemakaian name tag serta face shield kepada salah satu perwakilan petugas Kick off Sensus Penduduk Tahun 2020 yang berlangsung di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Selasa (1/9).

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster melakukan Kick off Sensus Penduduk Tahun 2020. Kick off yang berlangsung di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, ditandai dengan pemakaian name tag serta face shield oleh Koster kepada salah satu perwakilan petugas yang akan melaksanakan sensus, Selasa (1/9).

"Kepada seluruh masyarakat yang tinggal di Provinsi Bali, saya minta agar menerima sebaik-baiknya kedatangan petugas Sensus, dan bersedia memberikan jawaban yang benar seuai dengan kondisi riil serta memberikan jaminan bahwa tidak boleh seorang pun membiarkan ada yang tertinggal dari pencatatan dalam sensus ini," pinta Koster.

Koster menambahkan, sensus penduduk ini belum selesai. Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat agar ikut serta menyukseskan sensus tahap dua ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho menyampaikan, cara yang baru adalah dilakukan secara online pada bulan Februari hingga Mei. Di mana tingkat partisipasi masyarakat Bali tertinggi di Indonesia yakni 35,59 persen, dan bahkan melampui rata-rata nasional yang hanya 19,05 persen.

"Cara baru lainnya adalah digunakannya data kependudukan yang dikelola oleh Dirjen Pencatatan Sipil Kependudukan Kementerian Dalam Negeri atau berbasis data KTP elektronik," ujarnya.

Adi Nugroho mengatakan, tujuan sensus adalah mencatat semua penduduk dan tidak membiarkan satupun tertinggal. "Dengan ini maka kita akan memiliki data penduduk yang lengkap, dan semakin rapi," tandasnya.

Sementara Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali Putu Anom Agustina menambahkan, terkait waktu sensus yang hanya berlangsung sebulan dari 1-30 September 2020, maka akan dilakukan secara optimal.

"Untuk itu sensus kita dukung penuh, mulai dari unsur pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, swasta, maupun masyarakat itu sendiri," ujarnya. (BAS/PDN)