Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Cok Ace Ajak Pelaku Pariwisata jadi Pelopor Patuhi Protokol Kesehatan

Oleh Podiumnews • 06 September 2020 • 21:29:17 WITA

Cok Ace Ajak Pelaku Pariwisata jadi Pelopor Patuhi Protokol Kesehatan
Wagub Cok Ace

GIANYAR, PODIUMNEWS.com - Dalam membangun pariwisata, pemerintah tidak akan mampu mengerjakan sendiri, diperlukan keterlibatan komponen lain, seperti organisasi profesional yang ada di Bali.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam acara Pelantikan Indonesian Chef Association (ICA) di Hotel Royal Pitamaha, Ubud, Gianyar, Minggu (6/9).

“Chef adalah salah satu profesi yang memiliki peranan penting dalam ikut mewarnai indahnya dunia pariwisata. Karena kuliner sudah menjadi bagian penting yang menjadi daya tarik wisata,” kata Cok Ace.

Apalagi menurut Cok Ace, saat ini pariwisata Bali tengah mengalami ujian berat. Pandemi Covid-19 telah berdampak serius dalam berbagai bidang kehidupan, seperti kesehatan, sosial, dan ekonomi termasuk pariwisata.

“Saya mengajak semua kalangan pariwisata termasuk ICA mengambil momentum ini untuk bergerak bersama, bersatu melawan pandemi ini, sehingga pariwisata Bali bisa segera pulih,” ajaknya.

Disebutkan Cok Ace, data terakhir kasus Covid di Bali mencatat terjadi 6.071 kasus positif dengan angka kesembuhan mencapai 81,16 persen, dan angka kematian terus meningkat hingga 1,38 persen.

“Meskipun angka ini relatif kecil dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Akan tetapi beberapa hari terakhir, terjadi lonjakan cukup tajam, dan kita harus waspada,” ujarnya mengingatkan

Untuk itu, ia mengajak, seluruh pelaku pariwisata melaksanakan protokol kesehatan pada fasilitas pariwisata mereka kelola.

“Sebagai orang yang bergerak di dunia pariwisata, kita harus menjadi pelopor dalam menunjukkan disiplin penerapan protokol kesehatan. Dan saya apresiasi asosiasi pariwisata berinisiatif melakukan standarisasi protokol kesehatan pada tempat wisata berdasarkan Tatanan Kehidupan Era Baru,” kata Cok Ace.

Selain itu ia juga menyinggung soal rencana Pemprov Bali membuka pariwisata untuk wisatawan mancanegara internasional pada tanggal 11 September 2020. Namun tidak dapat terlaksana. Sebab hal itu kewenangan pemerintah pusat.

“Selama Permenkumham RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk ke Wilayah Negara RI masih berlaku, maka Bali pun harus taat akan aturan itu,” jelasnya.

Di sisi lain, Indonesia masih termasuk zona merah, sehingga pemerintah negara lain melarang warga mereka untuk berkunjung ke Indonesia.

“Belum ada satu pun negara di dunia mengizinkan warganya berwisata ke luar negeri. Maka tugas kita bersama untuk membangun citra masyarakat Bali patuhi protokol kesehatan. Kita tunjukkan pada dunia bahwa Bali sangat peduli dan mampu mengendalikan Covid-19 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Gianyar AA Gede Putrawan mengapresiasi kegiatan pelantikan pengurus ICA periode 2020-2023. Ia berharap ICA mampu ikut mempromosikan wisata gastronomi khas makanan tradisional Bali.

“Ini tugas berat para Chef untuk menarik minat wisatawan nanti di bidang kuliner,” jelasnya seraya mengatakan saat ini penilaian menuju pariwisata gastronomi telah melalui tahapan ketiga. (BAS/PDN)