Podiumnews.com / Khas /

KONI Bali Prioritaskan Atlet 5 Besar, ke PON Papua

Oleh Podiumnews • 24 Juli 2017 • 09:47:13 WITA

KONI Bali Prioritaskan Atlet 5 Besar, ke PON Papua
Ketua KONI Bali, Ketut Suwandi

PODIUM-Denpasar

Akibat besarnya biaya ke Papua untuk mengikuti PON XX di Papua 2020 mendatang, kini KONI Bali memproyeksikan memprioritaskan atlet yang masuk 5 besar di pra-PON yang bakal mewakili Bali. Tak hanya itu, prioritas juga untuk hanya cabang olahraga (cabor) unggulan.

Bahkan, bisa jadi ada perubahan, bukan maksimal atlet 5 besar yang tembus di pra-PON, namun bisa jadi justeru hanya 4 besar. Semuanya masih juga menunggu kejelasan dari pihak tuan rumah nantinya, berapa cabor yang bakal dipertandingkan.

“Jadi memang tidak mungkin mengirimkan atlet ke PON Papua dengan predikat lolos PON di ajang pra-PON nantinya, dengan urutan 15 atau 20 besar. Semua itu karena pertimbangan anggaran ke Papua cukup besar,” kata Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, Minggu (23/7).

Artinya, KONI Bali menurutnya juga tak mungkin bisa di PON Papua nantinya mengirimkan sampai 300 atlet seperti di Jawa Barat silam. Semuanya bakal bisa diputuskan secara jelas, setelah ada kepastian resmi dari Papua. Sekarang ini saja, menurut mantan Ketua Umum KONI Badung itu, informasi belum resmi, rencananya Papua bakal mempertandingkan 38 cabor.

“Semua kami utarakan ini sejak awal ini, agar pengprov cabor semuanya juga sudah mulai antisipasi, dan mulai memahami adanya prioritas cabor dan prioritas atlet berprestasi. Istilahnya ini semacam warning atau peringatan,” terang Suwandi.

Berangkat dari semua itulah, maka cabor-cabor sudah harus sering memberikan persaingan positif kepada para atletnya, sehingga nantinya atlet yang dikirim memang benar-benar atlet berkualitas meski kuantitasnya tidak banyak.

“Kalau di cabor melakukan pembinaan dengan serius, menciptakan kompetitif kualitas atlet secara positif, saya optimis atlet yang dikirim meski sedikit namun memang memiliki talenta dan potensi prestasi dalam meraih medali khususnya medali emas bakal terwujud,” sebut Suwandi.

Dicontohkannya, ketika tim catur Bali yang mengajukan mengirimkan 16 pecaturnya, dan KONI membatasi jumlah tidak banyak tapi pecatur bagus, kenyataannya malah mampu menempati posisi tiga besar dari seluruh daerah di Indonesia yang ambil bagian pada kejurnas lalu. (rie)