Ironis, Daging Sapi Bali Belum Diminati Hotel dan Restaurant
Daging Sapi Bali belum diminati restoran dan hotel di Bali. Padahal kebutuhan daging sapi untuk restoran dan hotel mencapi 2000 ton perhari. Tapi kebutuhan daging tersebut semuanya dipenuhi dari daging impor. Jika bisa dipenuhi sedikitnya 1000 ton per tahun untuk kebutuhan restoran dan hotel, maka para peternak sapi Bali kehidupan ekonominya akan lebih baik.
PODIUM-Denpasar
Hal itu disampaikan Pastika usai menyampaikan jawabannya atas Pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Pengelolaan Sapi Bali, di gedung DPRD Bali, Kamis (20/7). Karena itu, gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap daging sapi Bali dapat menempus pangsa pasar restoran dan hotel-hotel di Bali. "Diiharapkan melalui terbitnya Peraturan Daerah (tentang Perlindungan Sapi Bali, red) tersebut nantinya bisa melindungi habitat sapi Bali, dan meningkatkan kualitas dagingnya agar bisa menembus kebutuhan restoran dan hotel di Bali," katanya.
Pastika menjelaskan, kendati daging Sapi Bali tergolong baik dan rendah kolesterol, namun sampai saat ini sangat sedikit sekali daging sapi Bali mampu menembus pangsa pasar restoran dan hotel di Bali. Pihak restoran dan hotel di Bali, kata dia, menganggap kualitas dagingnya belum mampu setara dengan daging sapi impor, sehingga harga per kilogramnya daging Sapi Bali tergolong rendah dibanding harga daging sapi impor, seperti daging wagio dari Jepang.
Menurut dia, Perda tersebut akan memuat peraturan-peraturan khusus untuk pelestarian sapi Bali yang diwarisi dari nenek moyang itu. "Keberadaan sapi Bali memang dulunya berdasarkan penelitian adalah dari spesies Banteng, sehingga dagingnya agak keras juga. Tetapi dari mutu dagingnya tidak kalah dengan daging impor, karena kandungannya rendah kolesterol atau lemak," katanya.
Ke depannya para petani dan peternak sapi Bali harus melakukan upaya perbaikan, mulai dari pola pemeliharaan dan pemberian pakan ternak yang bermutu. "Dengan pola pemeliharaan dan pakan yang berkualitas yang dilakukan para peternak atau petani, saya berharap kualitas daging sapi bali meningkat, dan diharapkan mampu menembus pangsa pasar restoran dan hotel-hotel di Bali," pungkas Pastika.
Targetkan Hotel Serap Daging Sapi Bali-Sapi Bali memiliki keunggulan genetik sehingga perlu dikembangkan. Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Perbibitan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. Surahman, saat menerima kunjungan kerja Pansus DPRD Bali yang membahas Ranperda Pengelolaan Sapi Bali, di Jakarta, Selasa (18/7). "Sapi Bali merupakan genetik unggul Indonesia, untuk itu jadikanlah Sapi Bali sebagai sumber daya genitik hewan yang harus dikembangkan," ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mendukung pengembangan Sapi Bali, baik dari sisi regulasi maupun penganggaran. "Ada sapi Bali yang unggul kenapa harus import dari Jepang. Kami support, dari aspek regulasinya telah dikeluarkan aturan tentang perolehan sumber bibit melalui Keputusan Menteri. Kita juga memiliki instalasi yang siap mendukung pelestarian sumber daya genetik. Demikian juga untuk SIWAP, kita siapkan dukungan penganggarannya," katanya. Ia menambahkan, substansi Ranperda itu sudah bagus. Hanya perlu dilakukan uji publik untuk mendapat masukkan masyarakat.
Rombongan Pansus itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bali IGB Alit Putra dan Ketua Pansus I Nyoman Parta. Dari unsur Eksekutif yang ikut dalam rombongan Pansus itu diantaranya Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan, Dinas Perdagangan & Perindustrian, dan Dinas Pertanian, Perkebunan & Holtikultura. Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Sapi Bali I Nyoman Parta mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian. "Kementerian sudah menjanjikan akan membantu dari sisi pembibitan, mengelola pakan, termasuk juga memberi bantuan laboratorium melalui lembaga-lembaga yang sudah ada di Bali," kata Parta. (KP-TIM)