International Energy Agency, Koster Beberkan Program Bali Mandiri Energi
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kebijakan pengembangan energi di Bali diarahkan untuk mewujudkan Bali Mandiri Energi dengan energi bersih atau Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan mempertimbangkan beberapa hal, yakni Bali merupakan provinsi yang berada pada satu pulau sehingga sumber energi dan penggunaannya perlu dikelola secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Untuk memperkuat regulasi dan juga sebagai payung hukum tentang hal tersebut, telah diterbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, dan Raperda Tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Bali (segera diundangkan-red).
Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara penutupan International Energy Agency bekerjasama dengan Energy Market Authority menyelenggarakan Program Pelatihan Regional Singapore-IEA tentang Energi Berkelanjutan untuk Kota Cerdas dari tanggal 7 s/d 10 September 2020 secara virtual. Di mana acara ini, diikuti sebanyak 250 peserta dari 27 negara di Asia-Pasifik yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) berkedudukan di Paris, Kamis (10/9).
"Bali merupakan destinasi pariwisata dunia yang tengah dikembangkan menjadi pariwisata berkualitas. Bali memerlukan kepastian dan keberlanjutan pemenuhan energi yang bisa dikontrol secara langsung dengan mengurangi ketergantungan pada sumber energi dari luar. Bali memerlukan Energi Bersih/Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dan berkelanjutan untuk menjaga keharmonisan alam sebagai ekosistem pariwisata berkualitas," beber Koster.
Menurutnya, Program Bali Mandiri Energi dengan EBT merencanakan pengembangan pembangkit tenaga listrik dengan bahan bakar gas dan sumber-sumber EBT. Mengganti pembangkit tenaga listrik yang masih menggunakan bahan bakar tidak ramah lingkungan yaitu batu bara dan minyak. Pengembangan smart grid untuk memenuhi kebutuhan energi dan integrasi antara sumber EBT. Mendorong pembangunan hotel, restauran, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan perumahan menggunakan atap dengan panel surya.
Lanjut Koster, penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai pengganti kendaraan bermotor bahan bakar fosil. Mengembangkan zonasi dan transportasi yang menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Merencanakan pengembangan kawasan industri untuk menghasilkan panel surya dan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Merencanakan pengembangan sistem transportasi perkotaan massal berbasis listrik. Menyadarkan masyarakat agar mengutamakan penggunaan sarana prasarana berbasis listrik, seperti lampu penerangan rumah, kompor, dan kendaraan. Mendorong penyiapan pengembangan SDM Vokasi di bidang EBT dan Ketenagalistrikan. Dan menyiapkan infrastruktur Pusat Studi EBT dan Ketenagalistrikan.
"Pencapaian kebijakan pemberian insentif pajak kendaraan bermotor listrik berbasis baterai mulai tahun 2020. Tumbuhnya pusat penjualan, suku cadang, dan perbaikan sepeda motor listrik berbasis baterai. Peningkatan pemanfaatan EBT khususnya PLTS Atap baik di gedung pemerintah maupun gedung industri dan komersial serta meningkatkan bauran EBT daerah," sebut Koster.
Dalam acara mempertemukan para pembuat kebijakan, perencana kota, dan akademisi untuk meningkatkan efisiensi energi di kota dan merumuskan kebijakan untuk mengatasi tantangan energi perkotaan, Gubernur Bali tidak henti-hentinya mendapatkan pujian dari Brian Motherway, Head of Energy Efficiency International Energy Agency Jonathan Goh, Director Relations Departement Energy Market Authority dan seluruh peserta seperti Chin Hsien Cheng.
“Inisiatif dari Bali sangat mengagumkan terima kasih Gubernur Bali, Wayan Koster. Bali hebat memberikan inspirasi yang luar biasa. Kepemimpinan Gubernur Bali dijadikan contoh yang unik dan memberikan inspirasi pada dunia tentang bagaimana menyelaraskan kebijakan di semua tingkatan untuk mendorong penggunaan energi bersih yang bersumber dari gas dan Energi Baru Terbarukan agar alam semesta bersih, bebas dari polusi sehingga terwujud kehidupan masyarakat yang sehat dan berkualitas," ujar Hien Thu Bui. (BAS/PDN)