Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Pulihkan Pariwisata Bali, Kemenparekraf Gelontor Rp 20 Miliar

Oleh Podiumnews • 22 September 2020 • 21:13:55 WITA

Pulihkan Pariwisata Bali, Kemenparekraf Gelontor Rp 20 Miliar
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa bersama sejumlah narasumber saat menggelar sosialisasi Implementasi Protokol Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental (CHSE) melalui Program We Love Bali, Selasa (22/9) di Denpasar.

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelontorkan anggaran sebesar Rp20 miliar bakal digunakan untuk membantu memulihkan pariwisata Bali yang terupuk akibat pandemic Covid-19.

Anggaran ini rencana digunakan untuk membiayai kegiatan Implementasi Protokol Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental (CHSE) melalui Program We Love Bali dengan melibatkan sekitar 4 ribu peserta.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa mengatakan, Bali adalah pusat pariwisata di Indonesia.

"Bagus di Bali maka bagus pula di Indonesia Begitupun sebaliknya jelek di Bali, maka pariwisata Indonesia juga jelek di mata dunia. Untuk Bali harus dijaga dengan CHSE ini," jelas Rizki Handayani di Denpasar, (22/9).

Menurutnya, melalui program We Love Bali akan direkrut 4.000-an orang untuk bisa menilai program CHSE melalui edutrip keliling obyek wisata se-Bali.

"Program We Love Bali untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap kesehatan seperti pemakaian masker. Kadang-kadang orang tidak paham. Ini rasa kepedulian kesehatan dan kepedulian ekonomi. Bagus di Bali berarti bagus di Indobesia, karena Bali sebagai pusatnya pariwisata," terangnya.

Kadisparda Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan, kontribusi pariwisata Bali dalam kondisi normal terhadap pariwisata nasional mencapai Rp116 triliun atau sekitar 41,43 persen dari devisa pariwisata nasional mencapai Rp 280 triliun.

Yakni lanjut dia, dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali berjumlah 6,3 juta orang pada tahun 2019, atau mencapai 39,1 persen dari wisatawan mancanegara secara nasional mencapai 16,1 juta orang.

Sementara terhadap kontribusi perekonomian, pariwisata Bali memiliki peran strategis dengan mencapai 53 persen terutama berkaitan dengan sektor jasa, UMKM, dan koperasi. Selain itu juga mampu menampung tenaga kerja lebih dari satu juta orang.

"Munculnya pandemi Covid-19 yang menimpa 215 negara di dunia termasuk Indonesia dan Bali telah menimbulkan dampak luas dan serius di berbagai bidang kehidupan seperti kesehatan, sosial, ekonomi, termasuk pariwisata," jelasnya.

Pandemi ini, lanjut dia, tentu saja pula berdampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) pada kabupaten/kota se-Bali. Khususnya Kabupaten Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar dengan mengakibatkan kontraksi pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan I sebesar -1,14 persen, dan Triwulan II sebesar -10,98 persen.

Sedangkan untuk PHK pada pekerja sektor pariwisata sebanyak 2.667 orang, dan sudah dirumahkan sebanyak 73.613 orang.

Di lain sisi, Pimpinan BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan I dan II mengalami kontraksi cukup parah. Triwulan III beberapa indikator sudah mulai meningkat. Sejak kembali dibuka untuk wisatawan domestik sudah mulai ada aktifitas dan ada tanda-tanda perbaikan.

"Kita amati masih belum tinggi gerakkannya, Kondisi Agustus-September sudah naik tapi terus melandai. Masih belum stabil," ucapnya.

Trisno menambahkan, prospek ekonomi Bali, triwulan III mungkin lebih baik, tetapi masih kontraksi, begitu pula triwulan IV.  Tahun 2020 secara keseluruhan ekonomi Bali masih kontraksi.

Dirinya mengungkapkan strategi menahan laju penurunan sektor ekonomi, yakni dengan pembukaan sektor ekonomi dengan disiplin ketat protokol CHSE, percepatan absorpsi belanja pemerintah, akselearasi kredit perbankan untuk sektor riil, digitalisasi UMKM dan mendorong gerakan bangga produk Indonesia.

"Ada tanda-tanda Bali akan membaik di triwulan III ini. Ada mulai cahaya kelap-kelip," sebutnya.

Sedangkan I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya dari Tim Pemulihan Pariwisata Bali mengatakan 13 program pemulihan pariwisata Bali telah disetujui Kemenparekraf. Dibukanya Bali untuk wisatawan domestik, ternyata belum berpengaruh signifikan. Pasalnya, lama tinggal wisatawan hanya 3 sampai 4 hari.

"Lewat beberapa kajian, program edutrip ini diharapkan memberi edukasi, pengawasan protokol kesehatan, memberi dampak ekonomi kepada destinasi wisata. Karena dari 4.000 peserta nantinya bisa membagikan ke media sosial masing-masing," jelasnya. (BAS/PDN)