Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Cok Ace Sebut Wisata Bahari Memiliki Potensi Besar

Oleh Podiumnews • 09 Oktober 2020 • 18:43:02 WITA

Cok Ace Sebut Wisata Bahari Memiliki Potensi Besar
Wagub Cok Ace saat di Pantai Mertasari, Denpasar, Jumat (9/10)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Wisata bahari masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Bahkan, di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir, wisata bahari bisa menjadi alternatf di tengah mati surinya sektor pariwisata Bali.

Pendapat tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat kegiatan silaturahmi Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang dirangkai  dengan temu wirasa pelaku wisata bahari di atas geladak kapal Annecha Sailing Catamaran yang berlayar di perairan Pantai Mertasari Sanur, Jumat ( 9/10).

Menurutnya, sektor pariwisata telah melewati  pasang surut dengan berbagai dinamika. Kata dia, sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, tahun 2019 merupakan puncak perkembangan pariwisata Bali dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 6,3 juta orang. “Jika saja tak ada pandemi, tahun ini kunjungan wisatawan kita targetkan tembus di angka 7 juta,” katanya.

Lebih jauh Penglingsir Puri Ubud ini mengurai, daya tarik Bali meliputi tiga hal yaitu budaya, keindahan alam dan objek wisata buatan. “Bila dikelompokkan, 60 persen wisatawan datang ke Bali untuk menikmati budaya, 25 persen tertarik dengan keindangan alam dan 15 persen punya minat mengunjungi objek wisata buatan,” bebernya.

Bila dicermati, ujar Cok Ace, wisata bahari termasuk kelompok daya tarik keindahan alam dengan porsi kunjungan wisatawan cukup besar. “Tak menutup kemungkinan, mereka yang ke Bali untuk menikmati budaya juga menyempatkan waktu untuk berkunjung ke objek wisata bahari,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyampaikan bahwa tingkat kunjungan wisatawan domestik masih jauh dari harapan. Tingkat kunjungan wisatawan domestik yang secara resmi dibuka mulai 31 Juli 2020 lalu tenyata belum menunjukkan angka yang signifikan.

Menurutnya hal ini disebabkan masih belum tumbuhnya kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Dewata. “Mereka masih khawatir tertular Covid-19. Kalaupun ke Bali, kelompok middle up dari beberapa daerah khususnya Jakarta lebih mamilih menyewa atau membeli villa dan mereka tidak kemana-mana,” ucapnya.

Mencermati situasi tersebut, pria yang akrab disapa Gus Agung ini mengajak masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk disiplin menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Dalam sesi diskusi, pelaku usaha wisata bahari Iwan JP Syahlani menyampaikan bahwa ia menghadapi tantangan yang sangat berat di tengah pandemi. Bila situasi ini masih berlangsung hingga 3 bulan ke depan, ia yakin banyak pelaku usaha yang gulung tikar.

Koordinator Presidium KAHMI Bali Umar Ibnu Alkhatab dalam sambutan singkatnya menyampaikan terima kasih atas kesediaan Wagub Cok Ace hadir dalam acara yang sangat sederhana ini. Menurut Umar, kegiatan ini merupakan bentuk inisiatif KAHMI Bali dalam mencari solusi dari persoalan yang dihadapi pelaku usaha wisata bahari di tengah pandemi Covid-19. (BAS/PDN)