Peserta ‘We Love Bali” Kunjungi Objek Wisata Bali Barat
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Bali paling terdampak akibat mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), mengingat masyarakat Bali hampir 75 persen mengantungkan mata pencahariannya dari sektor pariwisata. Saat pademi melanda dunia, Bali sangat terpuruk. Penerbangan internasional ditutup, sehingga secara otomatis wisatawan mancanegara tidak ada yang datang berlibur ke Pulau Dewata ini.
Menyikapi hal itu, Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia pun turun tangan memulihkan pariwsata Bali dengan jalan melakukan promosi. Tak tanggung-tanggung, Kemenparekraf mengelontorkan anggaran Rp20 miliar untuk program 'We Love Bali'.
Setidakanya terdapat sepuluh trip untuk mengeksplorasi pariwisata Bali dengan melibatkan wisatawan lokal. Trip ini menekankan tentang clean, healty, safety, environment ( CHSE), yaitu kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup di tempat-tempat wisata untuk memastikan keamanan wisatawan.
Salah satu trip itu, yakni menuju Bali Barat selama tiga hari 11-14 Oktober 2020 dengan mengunjungi objek wisata yang ada di Kabupaten Tabanan, Jembrana dan Buleleng Barat. Di hari pertama, peserta trip dengan jumlah rombongan 30 peserta terlebih dahulu diajak untuk melihat proses pembuatan kerajinan tanah liat berupa batu bata dan juga genteng di Kediri, Tabanan.
Selanjutnya, peserta diajak berkeliling menikmati objek wisata di Puri Agung Kerambitan dengan keunikan keramik antik puri, dan lanjut menuju Pantai Soka untuk makan siang dengan suguhan keindahan deburan ombak laut selatan. Kemudian peserta menuju Jembrana dan istirahat di hotel, lanjut sore hari ke Pura Rambutsiwi. Hari pertama ini ditutup dengan dinner sambil menikmati alunan Jegog di Anjungan Cerdas Mandiri.
Hari kedua, peserta diajak berkunjung ke Desa Wisata Belimbing Sari, lanjut ke patung Siwa Mahadewa Gilimanuk, dan istirahat makan siang di Warung Men Tempeh. Trip pun dilanjutkan ke Taman Wisata Bali Barat untuk melihat Pusat Konservasi Burung Jalak Bali.
Peserta kemudian diajak mengujungi geo wisata alam dan air panas di Banyuwedang Hot Spring Water, Gerokgak, Buleleng. Peserta pun kembali ke hotel di Pemuteran, lanjut pada sore hari sembahyang di Pura Pulaki. Hari kedua ini ditutup dinner di hotel Taman Sari Bali Resort and Spa.
Di hari ketiga, peserta diajak menikmati wisata bahari dan melihat konservasi menjangan ke Pulau Menjangan. Di hari ketiga ini, peserta kembali ke Denpasar. Dalam perjalanan ke Denpasar, peserta diajak singgah ke Pupuan Tabanan untuk melihat agro wisata cengkeh. Peserta kemudian melanjutkan perjalanan menuju Denpasar.
Kepala Dinas Pariwsata Provinsi Bali, Putu Astawa menyampaikan terima kasih dan juga apresiasi terhadap kepedulian Kemenparekraf dalam upaya membangkitkan pariwisata Bali di tengah pandemi ini. "Tentu ini sangat membantu, khususnya terkait penerapan CHSE," jelas Astawa saat melalui sambungan telpon, Minggu (11/10).
Menurutnya, trip ini khusus untuk mengeksplor objek-objek wisata yang belum begitu dikenal oleh wisatawan. "Dengan trip ini, juga akan berdampak pada perekonomian, kendatipun tidak seperti saat situasi normal. Namun paling tidak ada sedikit pergerakan," ujarnya.
Pihaknya berharap, trip ini mampu mempromisikan objek wisata yang belum dikenal. "Bali itu masih banyak objek wisata, atraksi budaya dan juga keindahan alam yang belum terpopulerkan. Inilah yang kami dorong agar dieksplor, sehingga menjadi daya tarik wisata terbaru," tandasnya. (BAS/PDN)