Podiumnews.com / Aktual / News

Edukasi dan Kampanye CHSE, Cok Ace Apresiasi Program 'We Love Bali' Kemenparekraf

Oleh Podiumnews • 14 Oktober 2020 • 19:32:49 WITA

Edukasi dan Kampanye CHSE, Cok Ace Apresiasi Program 'We Love Bali' Kemenparekraf
Menparekraf Wishnutama Kusubandio didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Wakapolda Bali I Wayan Sunartha, dan Kasdam IX/ Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya melakukan pemukulan kulkul sebagai tanda diluncurkannya secara resmi program 'We Love Bali', Rabu (14/10) di Gianyar.

GIANYAR, PODIUMNEWS.com - Dengan ditandai pemukulan kulkul oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Wakapolda Bali I Wayan Sunartha, dan Kasdam IX/ Udayana  Brigjen TNI Candra Wijaya meluncurkan secara resmi program 'We Love Bali' di Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Rabu (14/10).

Program 'We Love Bali' merupakan bentuk edukasi sekaligus kampanye penerapan protokol kesehatan berbasis clean, healty, safety, environment (CHSE). Yaitu kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup dalam tempat-tempat wisata untuk memastikan keamanan wisatawan.

Melalui kampanye CHSE ini diharapkan membentuk ' safety awarenes' yang perlahan tercipta dalam mindset pelaku usaha di Bali dan juga wisatawan.

Cok Ace menyampaikan apresiasi atas diluncurkannya program 'We Love Bali', sebagaimana diketahui bersama sektor pariwisata merupakan lokomotif dari perekonomian masyarakat Bali. Sektor ini sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, melalui program 'We Love Bali ' ini diharapkan dapat mendukung industri pariwisata Bali agar mulai bergerak dan kembali semangat berkarya. Hal ini sekaligus memberikan edukasi dalam mengimplementasikan protokol kesehatan bagi pelaku usaha pariwisata, masyarakat pengelola destinasi wisata dan masyarakat umum.

"Kami sangat mengapresasi atas segala upaya dari pemerintah pusat dalam mengakselerasi pariwisata serta pertumbuhan ekonomi Bali. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pariwisata Bali sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali di triwulan ketiga dari keterpurukannya pada triwulan dua," katanya.

Sementara itu, Wishnutama mengatakan, Kemenparekraf/Baparekraf bersama Kemenkeu juga telah menyiapkan dan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun bagi pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah.

Hal ini  untuk membantu meningkatkan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata sehingga tercipta rasa aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus membantu industri pariwisata bertahan di tengah pandemi.

Lanjut dia, tujuan utama dari hibah pariwisata ini untuk membantu pemerintah daerah serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami gangguan financial serta recovery penurunan pendapatan asli daerah akibat pandemi Covid-19 dengan jangka waktu pelaksanaan hingga Desember 2020.

"Program ini akan meningkatkan kualitas  implementasi protokol kesehatan di Bali . Dengan protokol kesehatan yang baik akan menciptakan rasa aman dan nyaman. Apa yang dilakukan di Bali ini, saya harapkan akan memberi efek signifikan tidak hanya bagi pariwisata Bali tetapi juga pariwsata Nusantara," tuturnya.

Terdapat 12 program perjalanan (famtrip) yang masing-masing akan berlangsung selama tiga hari dua malam ke berbagai destinasi di Bali. Program famtrip tahap pertama sebelumnya telah dijalankan beberapa waktu lalu ke destinasi di Denpasar, Lovina dan Kintamani.

Masyarakat akan diajak meninjau destinasi dan melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dijalankan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Perjalanan masyarakat itu juga dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. (BAS/PDN)