Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Disiplin Prokes Guna Bangun Kepercayaan Wisatawan Kunjungi Bali

Oleh Podiumnews • 08 Desember 2020 • 19:36:48 WITA

Disiplin Prokes Guna Bangun Kepercayaan Wisatawan Kunjungi Bali
Wagub Cok Ace didampingi Kepala Dinas Pariwisata Purtu Astawa saat menerima audensi dari Indonesian Tourism Training Centre (ITTC) di Denpasar, Selasa (8/12/2020).

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi akibat terpuruknya industri pariwisata.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) didampingi Kepala Dinas Pariwisata Purtu Astawa saat menerima audensi dari Indonesian Tourism Training Centre (ITTC) di  Denpasar, Selasa (8/12/2020).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus berupaya memulihkan perekonomian dengan mengembalikan kepercayaan publik bahwa Pulau Bali siap kembali dikunjungi wisatawan.

Untuk itu, ia meminta pengusaha hotel dan restoran disiplin terapkan protokol kesehatan (Prokes) guna membangun kepercayaan wisatawan yang akan berkunjung ke Bali.

Pemrov Bali sendiri kata dia, telah menerapkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety and Environment) terhadap 14 sektor kegiatan masyarakat. Di antaranya pada hotel, restoran, objek wisata, travel agent, wisata air dan bisnis.

“Termasuk juga penerapan pembayaran nontunai dengan aplikasi QRIS, serta menyiapkan program berbasis branding, advertising, dan selling terus digencarkan sehingga wisatawan akan merasa aman dan nyaman untuk berwisata ke Bali,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemprov Bali juga melakukan pencegahan penularan Covid-19 melalui strategi 3T (Tracing, Testing and Treatment).

“Di samping melibatkan desa adat sebagai kearifan lokal dengan pembentukan Satgas Gotong Royong,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua ITTC Made Arya Astina mengatakan, pembentukan forum ini untuk menghadirkan pelatihan dan sertifikasi berkualitas internasional dan membangun SDM pariwisata Indonesia berdaya saing global.

“Bali sebagai lokomotif pariwisata Indonesia dipandang perlu membutuhkan ITTC, sebagai upaya pengembangan SDM dengan tenaga terampil dan siap kerja,” ujarnya. (BAS/PDN)