Podiumnews.com / Aktual / News

Mendagri Tito Karnavian: Fokus Penanganan COVID-19 Tidak Soal Kesehatan Saja

Oleh Podiumnews • 09 Januari 2021 • 11:40:19 WITA

Mendagri Tito Karnavian: Fokus Penanganan COVID-19 Tidak Soal Kesehatan Saja
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Foto: istimewa)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Salah satu gangguan yang berpotensi mengancam keamanan Indonesia di 2021 yakni kekacauan yang diakibatkan oleh pandemik COVID-19 karena masyarakat frustasi dan terganggu ekonominya oleh pandemik yang berlarut-larut.

Untuk mengatasi itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumya telah menekankan penanganan pandemik jangan hanya berfokus masalah kesehatan saja, namun tidak pula menomorduakan sisi kesehatan masyarakat.

Penanganan kesehatan akan berbarengan dengan pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat sehingga hal itu dapat membantu masyarakat lepas dari dampak kompleksitas pandemik.

Mendagri Tito Karnavian telah meminta pemerintah daerah (Pemda) fokus pada pemulihan ekonomi dalam penyusunan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2021.

"Di tahun 2021 ini, strategi utama pemerintah adalah melaksanakan pemulihan ekonomi nasional," tutur Mendagri Tito Karnavian.

Menurut dia pemerintah pusat yang menggaungkan protokol kesehatan "3M" yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dan "3T" (tracing, testing, treatment), serta program vaksinasi tak lantas menyudahi tugas APBD dalam menghadapi pandemik.

Sebab, lanjut Tito pelaksanaan protokol kesehatan dan vaksinasi tersebut diyakini masih memerlukan waktu.

“Dalam situasi pandemik ini kalau kita bisa melaksanakan protokol '3M plus 1' dan '3T' dengan baik, maka itu akan lebih mampu mengendalikan pandemik COVID-19, disamping pemerintah juga sudah membuat skenario lain, yaitu vaksinasi," kata Tito.

Menurut Tito vaksinasi kemungkinan memerlukan waktu, karena Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia.

"Artinya, pada 2021 kita masih berhadapan dengan persoalan pandemik ini, dan kalau persoalan pandemik ini masih berlangsung, artinya juga akan menghadapi permasalahan mirip 2020, ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, kita ingin memulihkan ekonomi sekaligus menekan COVID-19,” katanya.

Oleh sebab itu, Mendagri menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi yang memberikan dampak luas untuk masyarakat.

Mendagri juga meminta dalam penyusunan RAPBD, pemda masih berpatokan pada kondisi pandemik yang mengedepankan aspek kesehatan dan pemulihan ekonomi di dalamnya. (ANT/DEV/PDN)