Podiumnews.com / Aktual / News

Koster Tinjau Sekolah Terendam Banjir di Buleleng

Oleh Nyoman Sukadana • 15 Maret 2026 • 21:12:00 WITA

Koster Tinjau Sekolah Terendam Banjir di Buleleng
Gubernur Bali Wayan Koster meninjau SD Negeri 5 Banjar yang terdampak banjir di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. (foto/sukadana)

BULELENG, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung dampak kerusakan akibat banjir yang merendam SD Negeri 5 Banjar di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (14/3/2026).

Kedatangan gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut disambut para siswa yang terdampak banjir. Dalam peninjauan itu Koster melihat langsung kondisi ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, serta sejumlah fasilitas sekolah yang terendam air hingga nyaris menyentuh plafon.

Koster juga menerima berbagai masukan dari kepala sekolah dan para guru terkait langkah percepatan pemulihan sarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

“Perbaikan untuk warga sudah disepakati dan mulai berjalan. Namun kemungkinan masih ada warga yang belum terdata. Saya minta Kepala BPBD segera melakukan pendataan lanjutan agar tidak ada masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi terlewat,” ujar Koster.

Ia menegaskan penanganan kerusakan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terdampak telah mulai ditangani melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Terkait kerusakan pada SD Negeri 5 Banjar, Koster meminta proses pemulihan sarana pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin. Pemerintah Provinsi Bali akan membantu pemenuhan kebutuhan sarana belajar melalui dana gotong royong aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Bali.

“Saya sudah meminta kepala desa bersama pihak sekolah untuk segera menghitung kebutuhan mendesak seperti papan tulis, buku pelajaran, meja, dan perlengkapan lainnya. Data itu diharapkan bisa terkumpul dalam beberapa hari agar bantuan dapat segera disalurkan,” kata Koster.

Untuk solusi jangka panjang, Koster menyebut terdapat usulan pembongkaran bangunan sekolah yang terdampak banjir untuk kemudian dibangun kembali menjadi gedung bertingkat. Hal ini dinilai penting mengingat lokasi tersebut beberapa kali dilanda banjir akibat meluapnya aliran sungai.

“Ini solusi jangka panjang. Perencanaan teknisnya akan dirancang oleh Bupati Buleleng. Jika membutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali, akan kami bantu melalui Bantuan Keuangan Khusus,” ujarnya.

Selain itu, Koster juga akan menugaskan Balai Wilayah Sungai untuk melakukan normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi banjir agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Pada hari yang sama Gubernur juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Buleleng dengan total nilai Rp1,263 miliar yang bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga.

Bantuan tersebut diberikan kepada 50 penerima manfaat yang mencakup perbaikan rumah warga, penguatan ekonomi masyarakat, perbaikan fasilitas umum, perbaikan tempat ibadah, serta santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.

Untuk perbaikan rumah, bantuan diberikan kepada 31 unit rumah yang mengalami kerusakan terdiri dari delapan rumah rusak berat, 20 rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak ringan dengan total bantuan sebesar Rp435 juta.

Selain itu pemerintah juga menyalurkan bantuan penguatan ekonomi berupa perbaikan sarana usaha seperti kandang kambing dan kandang ayam senilai Rp15 juta.

Dalam rangka memulihkan layanan dasar masyarakat, bantuan sekitar Rp726 juta dialokasikan untuk perbaikan instalasi jaringan air bersih di 12 titik yang tersebar di sejumlah desa. Sementara dua tempat suci yang terdampak banjir mendapat bantuan perbaikan dengan total nilai Rp42 juta.

Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan santunan kepada keluarga tiga korban meninggal dunia akibat banjir bandang masing-masing sebesar Rp15 juta.

Koster berharap penyaluran bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

(sukadana)