Podiumnews.com / Aktual / News

Cipayung Plus Bali Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi Teror

Oleh Podiumnews • 31 Maret 2021 • 19:57:52 WITA

Cipayung Plus Bali Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi Teror
Korlap Aksi Arya Gangga (tengah) saat membacakan pernyataan sikap. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Cipayung Plus Bali mengajak masyarakat untuk dapat saling menjaga dan tidak terprovokasi aksi teror yang dilakukan oleh oknum tidak bertanghung jawab.

Hal itu disampaikan saat menggelar aksi solidaritas untuk masyarakat dan korban aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandi) Renon, Denpasar, Bali, Rabu (31/3).

Elemen mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut adalah GMNI, PMKRI, GMKI, KMHDI, IMM, KAMMI, LMND, SULUH PEREMPUAN, NARMADA, dan HMJ HUKUM UHN.

Korlap Aksi Arya Gangga menekankan bahwa kegiatan itu juga merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian dari mahaiswa Bali terhadap Indonesia terkhususnya masyarakat di Makassar.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyerukan solidaritas kepada masyarakat dan juga ikut merasakan kesedihan yang ada akibat aksi pengeboman yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada tanggal 28 Maret 2021,” terangnya.

Lebh lanjut, menurut Arya aksi itu sebagai bentuk pengingat bahwa Bali juga pernah mengalami teror Bom tahun 2002 dan 2005 yang memberikan luka mendalam sampai saat ini bagi masyarakat.

“Atas dasar itu kami berinisiatif untuk berkumpul, berdoa, juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Indonesia untuk dapat saling menjaga satu sama lain,” jelasnya.

Massa memulai aksi pada pukul 17.30 WITA. Aksi diawali dengan orasi dari perwakilan organ yang tergabung dan dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap.

Adapun pernyataan sikap tersebut:

  1. Mengecam dan mengutuk tindakan teror yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar
  2. Meminta pihak kepolisian untuk Mengusut tuntas kasus terorisme yang terjadi di Makassar sampai keakar-akarnya
  3. Meminta kepada pihak kepolisian dan seluruh stakeholder terkait untuk segera menciptakan rasa aman dan tenang di tengah masyarakat
  4. Meminta kepada Presiden RI untuk segera mengevaluasi kinerja dari pihak pihak terkait dalam penanganan terorisisme seperti (Polri, BIN, dan BNPT)
  5. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap solid dan tidak terprovokasi atas kejadian teror di Makassar

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan pembacaan puisi oleh perwakilan massa. Pukul 18.20 aksi selesai dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan dikawal oleh kepolisian.

Beberapa massa aksi juga membagikan masker gratis kepada masyarakat yang ada di sekitar lokasi. (RIS/PDN)