Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Penanganan Banjir dan Macet, Jadi Prioritas Usulan Musrenbang Kecamatan Kutsel

Oleh Podiumnews • 11 Februari 2019 • 20:41:32 WITA

Penanganan Banjir dan Macet, Jadi Prioritas Usulan Musrenbang Kecamatan Kutsel
Musrenbang Kutsel prioritaskan penanganan banjir dan kemacetan.

KUTA SELATAN, PODIUMNEWS.com - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten di Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), pada Senin (11/2/2019) mengasilkan 1008 usulan.

Usulan yang diperkirakan membutuhkan anggaran mencapai Rp 1 Triliun lebih ini, lebih didominan pada penanganan masalah banjir dan kemacetan.

Musrenbang dibuka Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Badung, I Made Wira Dharmajaya, dan dihadiri Wabup Badung, Ketut Suiasa.

Camat Kutsel, Made Widiana dalam laporannya memaparkan hasil rekapitulasi usulan pembangunan dari masing-masing kelurahan dan desa dalam Musrenbang kecamatan Kutsel.

Adapun usulan prioritas berjumlah 64 usulan dengan nilai Rp 400 milyar lebih.

"Kelompok Ekonomi dan SDA memiliki 23 usulan dengan nilai Rp 10 milyar, dengan 3 prioritas usulan senilai Rp 8 milyar lebih," ujarnya.

Sedangkan kelompok Sarana dan Prasarana wilayah mengajukan 778 usulan dengan nilai Rp 1 triliun lebih. Dimana terdapat 55 prioritas usulan senilai Rp 300 milyar lebih.

Selanjutnya Kelompok Sosial Budaya mengajukan 18 usulan dengan nilai Rp 1 milyar lebih.

Demikian juga dengan kelompok Pengembangan SDM mengajukan 189 usulan senilai Rp 300 milyar lebih, dengan 6 prioritas usulan senilai Rp 67 milyar lebih.

Sedangkan berkaitan permasalahan yang perlu mendapatkan prioritas antara lain tambahan puskesmas induk Kutsel II, penanganan banjir di beberapa ruas jalan di kelurahan Benoa, Desa Kampial, Ungasan hingga ke Kutuh.

Wabup Suiasa mengatakan usulan masyarakat Kutsel terkait SDM dan fasilitas infrastruktur dinilainya wajar.

Sebab Kuta Selatan adalah daerah pariwisata yang tentunya harus dijaga, serta ditingkatkan kesiapan SDMnya.

Tujuannya agar SDM memiliki kualitas dan kapasitas yang mumpuni dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja di bidang pariwisata. Sebab pariwisata notabene menjadi sektor unggulan masyarakat Kutsel.

"Kalau SDM kita tidak mempunyai kompetensi dan daya saing yang kompeten, maka ini akan menjadikan pariwisata kita hancur," tegasnya.

Selain itu Penyiapan infrastruktur jalan, pengentasan masalah banjir, sampah juga perlu diprioritaskan untuk dientaskan.
Termasuk masalah kemacetan, dengan merealisasikan jalan Lingkar Selatan yang prosesnya sedang berjalan.

Sedangkan kaitanya perluasan simpang Unud maupun jalan lingkar barat Tanjung Benoa tinggal meminta izin rekomendasi pembangunan dari pihak kementrian.

Untuk sektor kesehatan, masyarakat Kutsel memang masih memerlukan tambahan Rumah Sakit. Karenanya hal itu akan terus diupayakan agar terealisasi.

Sementara untuk jangka menengah, pemkab Badung telah bekerjasama dengan Unud dalam upaya pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kami sudah bekerjasama dengan Unud. Ketimbang tidak ada solusi dalam jangka pendek, jadi yang belum optimal kami optimalisasi," ujarnya.

Kepala Bappeda kabupaten Badung, I Made Wira Dharmajaya menerangkan isu strategis yang menjadi dasar penentuan program prioritas di kecamatan Kutsel hampir sama dengan di Kecamatan Kuta.

Diantaranya penanganan masalah banjir, masalah kemacetan serta sampah.

Selain itu adanya keinginan untuk menambah fasilitas layanan dasar khususnya di bidang kesehatan juga menjadi harapan masyarkat.
Karenanya hal ini akan menjadi atensi dan dibahas bersama.

Menariknya Kuta Selatan sementara ini menjadi kecamatan yang paling banyak mengajukan usulan dalam musrenbang.

Ini menunjukkan kalau dinamika aspirasi dan kebutuhan yang berkembang masih tetap dalam kondisi, dinamis dan konstruktif. (ANA/PDN)