Program AKSI BADUNG, Komitmen Giri Prasta Jadikan Masyarakat Melek Teknologi
MANGUPURA, PODIUMNEWS.com - Untuk melihat secara langsung program Layanan Akses Internet di Seluruh kawasan Kabupaten Badung atau yang sering disebut dengan Program AKSI BADUNG, Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Badung Wayan Weda Dharmaja didampingi Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Dewa Made Ardita beserta Tim BARES 1 (Unit Reaksi Cepat Badung Responsif) Bidang Jaringan melakukan monitoring akses internet free wifi di Badung, Sabtu (9/2).
Di sela-sela monitoring Kadis Kominfo Badung Wayan Weda Dharmaja menyampaikan Badung mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2019.
Kompetisi ini merupakan program dari Kementerian PAN dan RB. Untuk Badung programnya adalah Desa Free Wifi Badung yang merupakan bagian dari Layanan AKSI BADUNG (Layanan Akses Internet di Seluruh Kawasan Kabupaten Badung).
”Kami melakukan monitoring hari ini bersama tim bertujuan untuk melihat secara langsung kualitas layanan Akses Internet Badung Free Wifi dan kestabilan akses tersebut serta untuk mendapatkan masukan-masukan terkait akses internet di Badung,” kata Weda Dharmaja.
Lebih lanjut pejabat asal Sembung ini mengatakan, saat ini sudah dipasang sebanyak 1.074 perangkat free wifi yang tersebar di 1.007 lokasi. Di antaranya sekolah, kantor perbekel, kantor camat, banjar serta beberapa lokasi obyek wisata.
“Ke depannya seluruh Badung akan dicakup layanan free wifi. Hal ini merupakan komitmen dari Bupati Badung agar seluruh masyarakat Badung dapat melek teknologi. Barang siapa yang menguasai teknologi akan bisa menguasai dunia,” tegas Weda.
Adapun lokasi yang menjadi sample monitoring adalah SDN No 3 Sading, obyek wisata Taman Ayun Mengwi, SMPN 1 Mengwi, Banjar Peregae Desa Mengwi, Kantor Camat Mengwi, Kantor Desa Punggul Abiansemal dan Puskesmas Abiansemal.
Dari monitoring diketahui akses internet berfungsi dengan baik dan kecepatannya stabil. Selain itu juga ada masukan agar Dinas Kominfo bisa menambah perangkat wifi di masing-masing lokasi karena terbatasnya coverage (luas cakupan) perangkat wifi. (ISU/PDN)