Podiumnews.com / Aktual / Edukasi

ITB Anugrahi Gelar Doktor Kehormatan pada Maestro Perupa Bali

Oleh Podiumnews • 04 Juli 2021 • 12:29:44 WITA

ITB Anugrahi Gelar Doktor Kehormatan pada Maestro Perupa Bali
Nyoman Nuarta

BANDUNG, PODIUMNEWS.com -  Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Sidang Terbuka Peringatan 101 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI) sekaligus penganugerahan Doktor Kehormatan kepada tiga tokoh nasional, Sabtu (3/7), di Aula Barat ITB. Pemberian gelar Honoris Causa (HC) tersebut dilakukan secara virtual.

Dari ketiga tokoh itu, salah seorang penerima terdapat maestro perupa Bali Nyoman Nuarta, dan tokoh lainnya adalah musisi Raden Muhamad Samsudin Dajat Hardjakusumah (Sam Bimbo) beserta Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Ketua Tim Promotor Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA  mengatakan Nyoman Nuarta menerima gelar Doktor HC sebagai tokoh Culturepreneur dalam Bidang Ilmu Seni Rupa (Patung) atas inovasi yang telah dilakukan dalam pengembangan seni patungnya, antara lain pendekatan baru dalam bahasa bentuk realis-figuratif. 

Berbagai kepeloporan maestro perupa Bali ini, lanjut dia, telah menginspirasi dan mendorong semangat entrepreneurship seni guna menjadi penggerak dalam mencapai kemandirian ekonomi Indonesia melalui pemberdayaan intellectual capital kekayaan identitas seni-budaya nasional. Beliau terkenal dengan karya monumentalnya patung “Garuda Wisnu Kencana”.

“Nyoman Nuarta telah membuat ITB semakin bangga akan kekuatan keberagaman para alumni ITB dalam menjaga dan membesarkan kehormatan ITB. Berdasarkan berbagai pertimbangan yang komprehensif tersebut itu, Nyoman Nuarta sangat layak untuk mendapatkan gelar Doktor Kehormatan dari Institut Teknologi Bandung,” ungkapnya dalam laporan pertanggungjawaban Tim Promotor ITB.

Sedangkan Sam Bimbo, kata dia, menerima Doktor HC dalam bidang Seni dan Religiusitas. Sam Bimbo diberi gelar kehormatan karena dinilai memiliki prestasi dan reputasi tinggi dalam pengembangan karya seni lukis dan seni musik melalui pendekatan berbasis religi.

“Karya nyata pelantun tembang Sajadah Panjang itu mengandung nilai inovatif terbukti dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, perkembangan nilai keagamaan, kebudayaan bangsa dan kemanusiaan, ilmu pengetahuan (sains), teknologi dan seni,” terangnya.

Sementara Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. dianugerahi Doktor HC atas gagasan dan inovasinya yang mampu menunjukan keilmuan Perencanaan Pengembangan Wilayah dan Kota dapat berkontribusi nyata dan berjalan selaras dengan praktik pembangunan nasional dan regional di Indonesia. (COK/ISU/PDN)