Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Tabanan Minta Pemprov Bantu Alokasi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Oleh Podiumnews • 18 Juli 2021 • 23:06:55 WITA

Tabanan Minta Pemprov Bantu Alokasi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Bupati Sanjaya

TABANAN PODIUMNEWS.com - Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, Minggu (18/7) di Tabanan, mengikuti Rapat Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Provinsi Bali yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster secara daring.

Pada rapat diikuti bupati/walikota, Wakil Gubernur, Sekda Pemprov, Kapolda Bali, Danrem dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali itu, Bupati Sanjaya menyampaikan sejumlah hal penting terkait penanganan pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat di Tabanan.

“Di Tabanan, kami tidak memiliki hotel sebagai tempat karantina, selama ini karantina dipusatkan di Margarana dengan kapasitas hanya 18 kamar. Sementara kebutuhan mencapai sekitar 300 tempat. Ketika terjadi peningkatan  tentu kami butuh lebih banyak lagi ruang kamar untuk karantina,” kata Bupati Sanjaya.

Untuk itu, ia meminta bantuan alokasi tempat karantina pasien Covid-19 asal Tabanan kepada Pemprov Bali. Hali ini sebagai antisipasi jika terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19. Terlebih lagi belakangan ini kasus positif cenderung mengalami peningkatan.

Sedangkan Gubernur Koster menyampaikan bahwa sebagai bantuan dari pemerintah pusat telah tersalurkan kepada masyarakat Bali. Baik itu berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT)/Bantuan Sosial Pangan (BSP), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

“Sebagian besar sudah didistribusikan kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penggalangan bantuan pangan terutama beras secara gotong-royong untuk disalurkan kepada warga terdampak pandemi Covid-19.  

Sementara terkait pengendalian pandemi, pihaknya mengaktifkan kembali satgas gotong-royong desa adat dan relawan desa/kelurahan, serta melaksanakan upacara Ngrastiti Bhakti  yang melibatkan seluruh desa adat di Bali.

Dalam rapat evaluasi itu , juga mengemukan sejumlah poin penting. Di antaranya soal kondisi pelayanan pasien Covid-19 di 14 rumah sakit rujukan, percepatan penyediaan fasilitas, pelaksanaan karantina terpusat, peningkatan 3T (tracing, testing, treatment) dan pengendalian mobilitas masyarakat (ISU/PDN)